Breaking News
Home / Medan / Dituduh Curi Motor, Penjaga Malam Tewas Gantung Diri
WOL Photo/lihavez
WOL Photo/lihavez

Dituduh Curi Motor, Penjaga Malam Tewas Gantung Diri

MEDAN, WOL – Dituduh terlibat pencurian sepeda motor milik perusahaan, seorang penjaga malam di pabrik Cup Lampu CV Citra Hanock Jalan H Saman No 668 A Dusun XII, Desa Bandar Khalifah, Percut Seituan, Sumarno (60) warga Jalan Masjid Gang Kesawan Dusun XII, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di tempat kerjaannya, Sabtu (26/8).

Informasi yang dihimpun Waspada Online di lokasi kejadian, yang pertama kali menemukan korban tewas yakni pekerja di pabik, Mulyadi B (35) warga Jalan Sidomulyo, Gang Gemilang Pasar IX Tembung, datang ke lokasi sekira pukul 07.40 WIB. Ia datang ke lokasi untuk bekerja. Namun saat itu Mulyadi melihat pintu gerbang masih terkunci dari dalam.

Pekerja pabrik tersebut selanjutnya memanggil-manggil korban yang berprofesi sebagai penjaga malam di pabrik tersebut sembari menggedor-gedor pintu gerbang. Karena tak ada jawaban sama sekali dari dalam pabrik, Mulyadi kemudian mengintip dari celah-celah pintu gerbang dan melihat korban dengan kondisi tergantung di tiang besi.

Mulyadi selanjutnya memanggil Kepala Dusun (Kadus) XII. Bersama Kadus dan pekerja pabrik lainnya, pintu gerbang langsung didobrak hingga terbuka. Sontak semuanya langsung terkejut karena mendapati korban sudah terbujur kaku dan tergantung di atap tiang besi dengan menggunakan kabel gerinda yang dililitkan ke leher.

Penemuan korban gantung diri tersebut selanjutnya dilaporkan ke Polsek Percut Seituan dan diteruskan ke Tim Identifikasi Polrestabes Medan. Setibanya di lokasi, petugas melakukan olah TKP. Dari hasil pemeriksaan, tidak ada ditemukan tanda-tanda ataupun luka di tubuh korban. Petugas kemudian memeriksa dompet korban, dan ditemukan secarik kertas bertuliskan.

“Saya yang bertanda tangan di bawah ini, Sumarno (60) beragama Islam, Kebangsaan Indonesia, karyawan swasta. Bahwa saya tidak terlibat dalam hilangnya kereta di dalam pabrik Hanock yang saya jaga. Tetapi saya memberi keterangan palsu pada kepolisian. Demikian surat ini saya buat dalam beban mental yang sangat berat. Khalufah 26 -8- 2017. NB: Titip salam sayang buat istri dan anak-anak,”.

Tak lama berselang, anak korban bernama Sudarto (36) warga Jalan Makmur Dusun VI Kenanga Desa Sambirejo Timur yang mendapat kabar jika ayahnya sudah tiada, tiba di lokasi. Anak korban selanjutnya membuat surat pernyataan yang isinya menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Dan tidak bersedia dilakukan visum terhadap jenazah korban, serta tidak akan menuntut secara hukum. Setelah itu jenazah korban dibawa ke rumah duka guna disemayamkan dan selanjutnya dimakamkan.

Kapolsek Percut Seituan, Kompol Pardamean Hutahaean SH SIK, ketika dikonfirmasi mengatakan menurut keterangan dari Arifin selaku manajer CV Citra Hanock, korban sudah bekerja di perusahaan tersebut sekitar 20 tahun sebagai penjaga malam. Pada, Kamis (24/8) sekira pukul 04.00 WIB, pihak perusahaan kehilangan sepeda motor Honda Revo.

“Korban selaku penjaga malam di pabrik, Jumat (25/8) melaporkan kasus tersebut ke Polsek Percut Seituan. Selanjutkan korban diperiksa sebagai saksi pelapor. Diduga korban depresi dan tak terima dengan kejadian itu, sehingga nekat mengakhiri hidupnya. Kita  juga sudah mengamankan dan melakukan pemeriksaan di TKP, mencari saksi-saksi yang dianggap nengetahui kejadian tersebut. Mengamankan barang-bukti berupa tali kabel gerinda yang digunakan untuk bunuh diri,” pungkasnya.(wol/lvz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

WOL Photo/Lihavez SA

TNI Dukung Polri Tindak Tegas Bandar Narkoba

MEDAN, WOL – Kodim 0201/BS tetap menjaga soliditas dan sinergitas dengan Polrestabes Medan dan Pemko ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.