Home / Fokus Redaksi / Ditangkap Poldasu, Mujianto Malah Ditangguhkan Kejatisu
WOL Photo

Ditangkap Poldasu, Mujianto Malah Ditangguhkan Kejatisu

MEDAN, Waspada.co.id – Kerja keras Polda Sumut dalam menangkap tersangka Mujianto yang buron selama tiga bulan sia-sia.

Pasalnya, setelah diserahkan penyidik Ditreskrimum Polda Sumut ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Kamis (26/7) pagi, malah penahanan terhadap Mujianto ditangguhkan. Tak hanya itu, Rosihan Anwar rekannya Mujianto yang turut terlibat dalam kasus penipuan itu juga tidak dilakukan penahanan.

Kasi Penkum Kejatisu, Sumanggar Siagian, menyebutkan bahwa keduanya sangat kooperatif dalam pemeriksaan. Selain itu kondisi kesehatan Mujianto tidak memungkinkan dikarenakan sakit infeksi empedu yang dideritanya berdasarkan rekam medis yang dikeluarkan Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura.

“Pertimbangan lainnya, pihak Mujianto juga menyerahkan uang jaminan senilai Rp3 milliar serta adanya jaminan dari pihak keluarga hal yang sama juga kepada Rosihan Anwar dengan ketentuan wajib lapor seminggu sekali,” jelasnya.

Untuk kasus ini, Sumanggar, menyatakan bahwa kedua berkas tersangka telah dinyatakan lengkap dan selanjutnya pihak penuntut umum segera menyusun dakwaan untuk dilimpahkan ke pengadilan.

Diketahui, Kepolisian Daerah Sumatera Utara kerjasama dengan Imigrasi Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Jakarta, telah berhasil meringkus Mujianto alias Anam dari pelariannya, Senin (23/7) sekitar pukul 07.00 WIB.

“Sebelum tertangkap, tersangka diketahui dari pasportnya sempat mengunjungi Malaysia, Singapura dan Thailand,” ungkapnya Dir Reskrimum Poldasu, Kombes Pol Andi Rian.

Diberitakan sebelumnya, Mujianto alias Anam dilaporkan oleh Armen Lubis (60) pada 28 April 2017 dengan bukti laporan No; STTLP/509/IV/2017 SPKT “II”. Dalam kasus dugaan penipuan. Armen juga melaporkan stafnya Rosihan Anwar karena telah dirugikan sekitar Rp 3 miliar.

Kasus dugaan penipuan itu berawal dari ajakan kerja sama dari Rosihan Anwar, staf Mujianto, untuk melakukan bisnis penimbunan lahan seluas 1 hektare atau setara 28.905 meter kubik pada 2014. Lahan itu berada di Kampung Salam, Belawan II, Medan Belawan.

Namun setelah lahan selesai ditimbun, Mujianto tidak menepati janjinya untuk membayar hasil penimbunan itu sebesar Rp3 milyar. Kasus ini kemudian bergulir. Mujianto dan Rosihan kemudian ditetapkan sebagai tersangka pada November 2017. Status itu tertuang dalam surat No : B/1397/XI/2017/Ditreskrimum pada November 2017 yang menyatakan status terlapor sudah menjadi tersangka. (wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Kapoldasu: Polwan Promoter Kamtibmas 2019

MEDAN, Waspada.co.id – Polda Sumut memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Polwan, Senin (3/9) di ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: