Home / Fokus Redaksi / Dishub Medan Diduga ‘Pelihara’ Jukir Liar
WOL Photo/Ridin

Dishub Medan Diduga ‘Pelihara’ Jukir Liar

MEDAN, WOL – Wacana Dinas Perhubungan Kota Medan untuk memperkecil kebocoran hingga mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir tepi jalan hanya isapan jempol belaka.

Betapa tidak, sampai dengan saat ini dinas terkait belum mampu memberantas Juru Parkir (jukir) liar yang kerap menjalankan aksinya tanpa mengenakan atribut resmi maupun memberikan karcis kepada pengguna jasa.

Seperti pengakuan salah seorang warga Kota Medan, Dani, yang merasa kesal terhadap tingkah para jukir liar yang beroperasi di seputar Jalan Stasiun Kereta Api.

Dani menuturkan, ketika ia hendak menjemput kerabatnya yang baru pulang dari libur panjang di Stasiun Besar Kereta Api Medan, Senin (1/1) malam sekira pukul 21.00 WIB, seorang jukir tanpa mengenakan atribut dengan gampangnya meminta uang parkir kepadanya. Padahal, rentan waktu antara ia menunggu kedatangan kerabatnya tersebut terbilang cukup singkat.

“Baru aku berhentikan kereta ku bang, nggak sempat kunci kontak ku matikan dan kerabat yang mau aku jemput itu langsung naik ke kereta ku, udah langsung si jukir minta uang parkir. Ya langsung ku tanya aturannya dari mana kondisi seperti ini dikutip parkir. Malah si jukir bersikeras dan keluarkan kalimat kasar,” ungkapnya kepada Waspada Online, Selasa (2/1).

Dani menambahkan, dirinya pun mengetahui aturan retribusi parkir tepi jalan seperti apa mekanismenya melalui media massa. Yang membuat ia tambah heran, apakah sosialisasi mengenai aturan pengutipan retribusi parkir tepi jalan ini tidak sampai ke jukir yang notabenenya di bawah pengawasan Dinas Perhubungan Kota Medan.

Atau memang dinas terkait menganggap Perda Retribusi Tepi Jalan mengenai pembagian kelas atau zonasi berikut ketentuannya itu dianggap tidak menguntungkan? Itu sebabnya masih banyak jukir yang kurang faham.

“Sedangkan parkir progresif saja ada aturannya kan bang. Satu jam pertama Rp.2000 dan satu jam berikutnya ditambah Rp.1000 atau kelipatan Rp.1000 satu jam. Jadi saya menduga kondisi ini sengaja dibiarkan sama Dinas Perhubungan, agar ada setoran untuk oknum-oknum tertentu di dinas itu. Kalau tidak, mana mungkin bocor PAD kita dari sektor parkir tepi jalan bertahun-tahun,” sindirnya.

Lebih lanjut dijelaskan, mungkin sudah banyak kekecewaan masyarakat Kota Medan atas tingkah jukir liar ini. Hanya saja, enggan untuk meneruskan ketidaknyamanan tersebut kepada pihak yang berwajib lantaran tidak mau menjadi urusan yang berkepanjangan.

“Kalau mau Medan ini sesuai dengan slogan yang sering diucapkan Pak Wali Kota Medan kita itu (Dzulmi Eldin, red) Medan adalah Rumah Kita, evaluasi dulu Kadis Perhubungan itu. Jangan mau setoran aja yang dia terima. Kroscek dulu kinerja bawahannya. Kemana setoran retribusi parkir kita menguap? Akibatnya jukir-jukir pun tak pernah kasih karcis kalau mau kutip dan tak pandang bulu kalau ngutip. Kendaraan berhenti di mana saja, langsung mereka kutip. Tak peduli apakah itu hanya sebentar atau apa,” ketusnya. (wol/mrz/data1)

Editor: Agus Utama

Check Also

Wali Kota Ajak Semua Elemen Dukung Pelaksanaan Imunisasi MR

MEDAN, Waspada.co.id – Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, menegaskan Kota Medan berkomitmen penuh untuk mencapai ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: