_
Home / Medan / Dinas Ketapang Medan Harus Antisipasi Kenaikan Harga Cabai
WOL Photo

Dinas Ketapang Medan Harus Antisipasi Kenaikan Harga Cabai

MEDAN, Waspada.co.id – Sekretaris Komisi I DPRD Medan, M Nasir, menyebutkan kenaikan harga cabai yang cukup signifikan seharusnya diantisipasi sejak dini dengan melakukan berbagai macam program untuk mengajari masyarakat bisa mengembangkan jenis tanaman pangan ini di pekarangan rumah masing-masing.

“Kalau hal ini bisa dilakukan sejak lama, kenaikan harga bahan pangan tidak akan merepotkan ibu rumah tangga (IRT),” katanya mengulang hasil rapat P-APBD dengan Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kota Medan kemarin, Rabu (14/8).

Rapat yang dipimpin Ketua Komisi I Sabar Syamsurya Sitepu ini dihadiri anggota komisi Proklamasi K Naibaho, Andi Lumbangaol, Zulkarnaen Yusuf serta Kadis Ketapang Kota Medan Emelia Lubis.

Nasir menambahkan, kenaikan harga Cabai ini sudah menjadi isu nasional karena harganya yang melambung tinggi. Padahal masyarakat Indonesia khususnya di Sumut, sangat menggemari cabai sebagai campuran masakan.

Kondisi ini sebenarnya bisa diantisipasi Dinas Ketapang dengan menggerakkan masyarakat melalui sosialisasi ke masyarakat melalui kelurahan yang ada. Namun berdasarkan hasil rapat P-APBD, baru diketahui ternyata anggaran di dinas ini kurang mendapat dukungan. “Anggaran tidak berbanding lurus dengan program yang hendak dilaksanakan Dinas Ketapang,” tambahnya.

Politisi PKS ini juga menyebut, kalau dilihat dari sisi anggarannya, cuma Rp19,9 miliar selama setahun. Pada P-APBD 2019 ini, mata anggarannya tidak mendapat kenaikan ataupun pergeseran. “Padahal kalau dilihat dari kebutuhannya untuk menjaga ketahanan pangan di Kota Medan, anggaran itu sangat kurang,” terangnya.

Menurutnya, perlu ada penambahan dua kali lipat dari anggaran sekarang agar dinas tersebut bisa bergerak menjalankan program yang sudah disusunnya. “Dinas Ketapang sudah mengusulkan ke Bapeda dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Medan, namun tidak mendapat porsi yang pas,” jelasnya.

Kalau ada penambahan anggaran, lanjutnya, dinas terkait bisa membantu masyarakat kelas menengah ke bawah untuk membangun infrastruktur bibit dan perawatan tanaman pangan di pekarangan masing-masing.

“Masyarakat bisa menanam tanaman holtikultura seperti cabai, terong, dan beberapa jenis sayuran lainnya untuk mencukupi paling tidak kebutuhan rumah tangga. Bahkan kalau dikelola dengan baik, bisa dijual untuk menambah penghasilan keluarga,” pungkasnya.(wol/mrz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

“Mari Curahkan Tenaga dan Pemikiran Untuk Kepentingan Masyarakat”

MEDAN, Waspada.co.id – Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, berharap Pemko Medan dan DPRD Kota ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.