Breaking News
Home / Medan / Diduga Retribusi Papan Reklame Menyimpang di Medan
WOL Photo/Eko Kurniawan
WOL Photo/Eko Kurniawan

Diduga Retribusi Papan Reklame Menyimpang di Medan

MEDAN, WOL – Anggota DPRD Medan dari Fraksi PKS, Asmui Lubis, menilai bahwa banyak potensi yang dapat digali dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) pemasangan papan reklame. Dikarenakan adanya praktek menyimpang di lapangan, PAD tersebut tidak dapat dipenuhi.

Padahal, ada tiga instansi yang menangani hal ini seperti Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, serta Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang.

“Bayangkan saja Medan yang sudah mendapat julukan sebagai kota reklame. Dimana hampir tidak ada sudut di Kota Medan yang bebas dari pemasangan reklame. Bahkan di zona larangan saja sudah dipenuhi pemasangan reklame,” sindirnya, Kamis (9/3).

Asmui menyarankan agar dilakukan dengan sistem satu pintu. Sehingga pendapatan dan retribusi yang diperoleh dari sektor papan reklame bisa lebih maksimal. Berbeda dengan Kota Surabaya. PAD reklame disana sebesar Rp135 miliar. Sementara di Kota Medan realisasi PAD dari papan reklame tahun 2016 sebesar Rp87 miliar.

“Kenapa surabaya lebih besar. Kalau kita lihat faktanya, lebih banyak reklame di Medan ini, karena di sana potensi reklamenya seluruhnya masuk PAD. Sementara di Medan banyak yang hancur ke samping,” ketusnya.

Lebih lanjut pria yang duduk di Komisi B DPRD Medan ini menjelaskan, atas dasar kondisi ini lah pihaknya masuk dalam salah satu tim pengusul hak interplasi terhadap Wali Kota Medan mengenai maraknya papan reklame ilegal di Kota Medan.

“Karena dari hasil interplasi ini diharapkan akan ada perubahan dalam peningkatan PAD dari sektor reklame di Kota Medan,” pungkasnya.(wol/mrz/data3)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

WOL Photo/Lihavez SA

Buwas Ajak Siswa TK dan SD Jauhi Narkoba

MEDAN, WOL – Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumatera Utara memberikan sosialisasi bahaya narkoba kepada ratusan ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.