Home / Medan / Diduga Dikondisikan, Hamdani Diseret Hingga Jari Kaki Putus
WOL Photo

Diduga Dikondisikan, Hamdani Diseret Hingga Jari Kaki Putus

MEDAN, Waspada.co.id – Keadilan tidak berpihak pada Hamdani alias Deni (41),  warga Jalan Pembangunan VII, Jermal 15, Kecamatan Medan Amplas ini, sehingga akan menjalani hukuman dibalik jeruji besi yang tidak pernah dia perbuat.

Pasalnya, dia ditangkap Tim Subdit 1 Ditrektorat Narkoba Poldasu dengan tuduhan kepemilikan narkoba.

Namun menurutnya tuduhan itu tidak benar, dirinya ditangkap tanpa barang bukti. Mirisnya Deni ditangkap paksa diseret beberapa meter, akibatnya 3 jari kaki kanannya putus.

“Ngeri bang, aku tidak ada bawa sabu, bahkan tidak ada sabu di badan saya. Enak aja saya ditunjuk kepemikikan sabu, lalu saya diseret ke aspal hingga kaki kanan saya hancur dan tiga jari kaki saya putus. Kalau lah memang saya bersalah saya ikhlas, tapi demi tuhan dan anak istri saya tidak ada saya megang sabu yang dituduhkan, ini jelas pengondisian polisi dan bandar sabu di daerah saya,” ungkapnya di ruang Tulip 3 RS Bhayangkara, Selasa (22/5).

Deni mengatakan dirinya ditangkap pada, Senin (7/5) sekira jam 09.00 WIB di Jalan Jermal 15 persisnya di Gang Batako. Menurutnya, penangkapannya bermula saat Deni mendapat kabar ada keributan di lokasi garapan di Jalan Jermal 15 Gang Dojo.

Sebagai Ketua Garapan di daerah itu, dirinya berniat mengecek ke lokasi. Dengan mengenderai Yamaha RX King dia pun pergi, namun belum sampai ke lokasi masih sampai di depan Gang Batako Deni dipepet Tim Subdit 1 Ditresnarkoba  Poldasu dengan mobil Avanza hitam hingga terjatuh.

Singkat cerita, Deni diteriaki sebagai pemilik narkoba bernama Udin dan Roki seorang oknum polisi yang terlebih dahulu ditangkap dalam penggerebekan di Gang Dojo. Sesaat itu, ia langsung dipaksa masuk ke dalam mobil,  karena tidak bersalah Deni berontak tidak mau masuk ke mobil.

“Keributan di Gang Dojo rupanya  penangkapan Udin dan Roky. Saya tidak tau apa motif si Udin dan Roky menuduh saya sebagai pemilik sabu dari barangbukti mereka. Yang saya yang tidak bersalah tidak terima lalu berontak tapi polisi terus menyeret saya,  karena jeritan sakit saya terseret makanya warga ramai-ramai melihat kejadian itu,” jelasnya.

Dame Ria Sagala Kuasa Hukum Hamdani pada wartawan mengatakan sangat kecewa pada Ditresnarkoba Polda Sumut sebagai pengabdi hukum bisa berbuat sadis. Menurutnya perlakuan polisi hingga menghilangkan separuh tapak kaki kliennya benar – benar tidak manusiawi. .

Sementara Kasubdit 1 Ditresnarkoba Poldasu, AKBP Fadris, melalui penyidik Iptu A Sirait saat dikonfirmasi mengaku menangkap Hamdani dari dasar pengembangan penangkapan Udin. (wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Kapoldasu Pastikan Pemilu 2019 Aman di Nias

GUNUNG SITOLI, Waspada.co.id – Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto, didampingi Ketua Bhayangkari Polda ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: