_
Home / Medan / Dialog Kebangsaan Dengan Mahasiswa, Mahfud: Bahas Pemilu Hingga OTT KPK
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD (tengah) memberikan materi pada kuliah umum Suluh Kebangsaan , di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Medan, Senin (19/3). Dalam materinya di hadapan para mahasiswa Mahfud MD menjelaskan alasan berdirinya gerakan Suluh Kebangsaan untuk meredam adanya dugaan gerakan yang ingin memecah belah ideologi kebangsaan dan mengingatkan agar tidak terpengaruh dengan gerakan tersebut. (WOL Photo/Ega Ibra)

Dialog Kebangsaan Dengan Mahasiswa, Mahfud: Bahas Pemilu Hingga OTT KPK

MEDAN, Waspada.co.id – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, menggelar kegiatan dialog kebangsaan dengan para mahasiswa bertajuk “Suluh Kebangsaan,” di Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Selasa (19/3).

Dalam dialognya, Mahfud mengangkat cerita terkait pemilu, ideologi kebangsaan hingga kasus OTT yang menjerat Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy.

Mahfud menjelaskan kepada mahasiswa dan dosen yang hadir, terkait pemilu ada sebuah gerakan yang ingin memecah belah ideologi Pancasila menjelang pemilihan presiden.

“Secara keseluruhan setelah berkeliling, saya melihat, masyarakat cinta tanah air. Tapi, ada gerakan yang ingin memecah ideologi. Ada yang mau merubah sistem di luar konstitusional. Gerakan itu meningkat jelang pemilu,” ujar Mahfud.

Ditambahkan, dia berinisiatif mendirikan gerakan “Suluh Kebangsaan” untuk meredam adanya gerakan yang ingin memecah belah Ideologi kebangsaan, yang suhunya kian panas menjelang pemilu. Mahfud juga mengimbau agar masyarakat tidak terpengaruh dengan gerakan itu, apalagi sampai terpancing untuk membuat keributan.

“Setelah pemilu jangan lagi ribut, kalau ada yang mengatakan curang silahkan nanti diuji di MK,” jelasnya.

Mengenai OTT Romi, Mahfud juga bercerita bahwa dirinya sudah pernah mengingatkan kepada Romi kalau dia masuk daftar target KPK.

“Itu soal OTT-nya Romi. Saya diundang ke sana (ILC) karena saya pernah mengingatkan Romi jauh sebelum di-OTT. Saya sudah beri tahu bahwa sudah ada penjejakan yang terdaftar di KPK,” ujar Mahfud.

Saat ditanya lebih jauh soal OTT Romi Mantan Menteri Pertahanan era Presiden Abdul Rahman Wahid ini, enggan berbicara panjang lebar

“Nanti akan dibahas sejauh mana Romi menjadi korban dari sistem atau penabrak sistem. Kita diskusikan secara baik. Saya akan bicarakan itu di ILC,” tukasnya.(wol/ega/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Wagubsu Tepung Tawari Calhaj di UINSU

DELISERDANG, Waspada.co.id – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah memberikan ucapan selamat sekaligus menepung ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.