Home / Medan / Demi Uang Rp10 Juta, Janda Asal Aceh Nekad Bawa Sabu 1 Kg
WOL Photo/Lihavez

Demi Uang Rp10 Juta, Janda Asal Aceh Nekad Bawa Sabu 1 Kg

MEDAN, WOL – Kasat Res Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Ganda MH Saragih, mengatakan tersangka FTH (37) warga Desa Abuek Tingkeum, Kecamatan Juempa, Kabupaten Bireuen, Aceh, mengaku mendapatkan upah Rp10 juta apabila berhasil mengedarkan narkoba.

“Dia mengaku mendapatkan uang sebesar Rp10 juta apabila berhasil mengedarkan sabu seberat 1 Kg yang dibawa dari Aceh menuju Kota Medan,” ungkapnya didampingi Wakasat Res Narkoba, Kompol Daniel Marunduri.

Ganda menjelaskan, peredaran 1 Kg sabu ini dikendalikan oleh jaringan Lapas Tanjung Gusta. Sebab sabu yang disita berasal dari Malaysia yang  berhasil diungkap petugas BNN Pusat beberapa waktu lalu.

“Kalau kita perhatikan kemasannya ada huruf “CP” persis dengan sabu yang diungkap BNN Pusat beberapa waktu lalu. Sabu-sabu itu ada yang ditanam di dalam tanah di daerah Bireun. Mungkin saja ini barang bukti yang belum terungkap,” terangnya.

Penyergapan terhadap FTH bermula dari informasi masyarakat yang mengatahui adanya peredaran sabu dari Aceh ke Medan.

Dari informasi itu, petugas melakukan pengintaian dan berhasil menangkap pelaku di sekitar Jalan Gagak Hitam, Kelurahan Sei Seikambing B, Kecamatan Sunggal. Saat digeledah, petugas menemukan 1 bungkus plastik seberat 1 Kg sabu dari dalam koper tersangka.

“Pemesannya diduga berada di Lapas Tanjung Gusta masih kita lakukan penyelidikan. Karena harus ada petunjuk lain untuk mengungkap dugaan pengendalian sabu dari Lapas ini,” terang Ganda.

Sementara itu, tersangka FTH kepada wartawan mengatakan, dia baru kali ini melakoni peran sebagai pengantar sabu. Wanita ini terpaksa melakukan perbuatan melanggar hukum itu karena desakan ekonomi.

“Suami saya sudah lama meninggal dunia. Saya tidak bekerja, jadi terpaksa melakukan ini,” akunya.

Karena perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) Subs Pasal 112 Ayat (2) Subs undang-undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun penjara dan paling lama 20 tahun.(wol/lvz)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Akhir Desember, Jalur Layang KA Siap Beroperasi

MEDAN, Waspada.co.id – Akhir Desember 2018 mendatang, Balai Teknik Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia memastikan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: