_
Home / Fokus Redaksi / Chaidir Ritonga Sebut Uang Ketok Adalah Tradisi
WOL Photo

Chaidir Ritonga Sebut Uang Ketok Adalah Tradisi

MEDAN, WOL – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan Senin (23/1) kembali menyidangkan kasus korupsi suap DPRD Sumut dengan terdakwa Mantan Gubsu, Gatot Pujonugroho, dengan agenda meminta keterangan para saksi.

Kali ini hakim menghadirkan para saksi yang saat ini mendekam di penjara KPK karena kasus yang sama, seperti Chaidir Ritonga, Sigit Pramono Asri, Kamaludin Harahap, Budiman P Nadapdap, Guntur Manurung, M Affan, Parluhutan Siregar dan Bustami Hs.

Sedangkan saksi lainnya yang terlihat dalam sidang tersebut yakni Randiman Tarigan, Ali Hanafia, Baharuddin Siagian, Nurdin Lubis, dan Zulkarnain ST.

Pada sidang tersebut  majelis hakim meminta keterangan para saksi seputaran penggelontoran dana yang berjumlah miliiaran rupiah dari Pemprovsu ke DPRD Sumut guna pengesahan APBD Sumut 2012 sampai tahun 2015.

Chaidir Ritonga ketika ditanya majelis hakim tidak menepis telah menerima uang yang digelontorkan oleh Pemprovsu ke DPRD Sumut.

“Saya memang ada menerima Rp500 juta melalui ajudan saya yang bernama Agus. Kata ajudan saya uang itu berasal dari Ali Hanafiah (bendahara dewan) sebagai uang ketok,” ujar Chaidir Ritonga.

Kepada majelis hakim, Chaidir juga menjelaskan bahwa pemberian uang ketok tersebut adalah suatu hal tradisi di DPRD Sumut. “Saya pikir itu hal yang tradisi yang mulia, karena uang ketok itu juga ada di DPR lain di seluruh Indonesia,” ketus Chaidir Ritonga kepada majelis hakim.(wol/rdn/data2) 

Editor: SASTROY BANGUN

适适

Check Also

Legimin: Kami Optimis Hadapi Martapura

MEDAN, Waspada.co.id – Prediksi pertandingan babak 8 Besar Liga 2 2019 antara PSMS Medan vs ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.