Home / Medan / Butong: Menyediakan Tempat Olahraga Adalah Kewajiban Pemko Medan
WOL Photo/M Rizki

Butong: Menyediakan Tempat Olahraga Adalah Kewajiban Pemko Medan

MEDAN, Waspada.co.id – Pemko Medan diminta menyediakan tempat olahraga sebagai sarana kegiatan remaja dalam menyalurkan bakat serta hobi, guna mengurangi tingkat kriminalitas para remaja. Sebab, Kota Medan masih minim tempat berolahraga.

Demikian dikatakan anggota DPRD Medan, Surianto SH (Butong), saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan Nomor 3 Tahun 2016 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga di Jalan Pasar V Gang Jagung, Kecamatan Medan Marelan, Minggu (2/9).

“Guna meminimalisir tingkat kriminalitas, serta menghindari dari pengaruh Narkotika dan obat-obat berbahaya (Narkoba) anak-anak remaja kita harus disibukkan dengan berbagai kegiatan, salah satunya olahraga,” ungkapnya.

Untuk itu, sebut Butong, perlu ada perhatian Pemko Medan dalam menyediakan tempat olahraga sebagai kegiatan remaja dalam menyalurkan bakat dan hobinya. Pernyaataan itu menyikapi permintaan tokoh pemuda Medan Marelan, Ardiansyah.

Menurutnya, akhir-akhir ini para bandar dan pengedar narkoba mencari target dari kalangan remaja. Dengan adanya tempat kegiatan olahraga maka akan mengurangi tingkat kejahatan.

“Target bandar dan pengedar narkoba adalah para remaja, jadi dengan adanya tempat kegiatan olahraga akan dapat mengurangi tingkat kejahatan,” imbuhnya.

Menyikapi keluhan tesebut anggota DPRD Medan yang duduk di Komisi B ini berjanji akan berkoordinasi dengan Pemko Medan Khusus Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). “Namun dalam Perda Nomor 3 Tahun 2016 ini juga ada sanksi baik sanksi administratif maupun pidana,” katanya.

Diketahui, seperti yang termaktub pada pasal 19 ayat (1), dalam hal wajib retribusi tertentu tidak membayar tetap pada waktunya atau kurang membayar, dikenakan sanksi administratif berupa bunga 2 persen setiap bulan dari retribusi yang terutang yang tidak atau kurang dibayar dan ditagih dengan dengan menggunakan STRD.

Pada Ayat (2), lanjut Butong, penagihan retribusi terutang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dihahului dengan surat teguran. Sedangkan pasal 31 (1) wajib retribusi yang tidak melaksanakan kewajibannya sehingga merugikan keuangan daerah diancam pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau pidana denda paling banyak 3 (tiga) kali jumlah retribusi terutang yang tidak atau kurang bayar.

“Jadi semua pengguna tempat rekreasi dan olahraga sebagaimana dimaksud dalam Perda Nomor 3 tahun 2016 tersebut wajib dikenakan retribusi,” pungkasnya. (wol/mrz/data2)

Editor: Agus Utama

Check Also

Sistem Pembelajaran Berbasis HOTS Siap Hadapi Era Millenium

MEDAN, Waspada.co.id – High Order Thinking Skills (HOTS) merupakan cara berpikir pada tingkat yang lebih ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: