Home / Fokus Redaksi / Bupati Batubara Akui Terima Suap Rp4,1 Miliar Lebih
Mantan Bupati Batubara yang menjadi terdakwa dugaan kasus korupsi, OK Arya Zulkarnain menjadi saksi dalam kasus dugaan korupsi, di Pengadilan Negeri Medan, Senin (15/1). OK Arya Zulkarnain menjadi tersangka Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK karena diduga menerima suap sejumlah proyek pembanguan infrastruktur tahun 2017 di Kabupaten Batubara senilai Rp4,4 miliar. (WOL Photo/Ega Ibra)

Bupati Batubara Akui Terima Suap Rp4,1 Miliar Lebih

MEDAN, WOL – Bupati Batubara (nonaktif), Ok Arya Zulkarnain, mengakui terima suap dari dua terdakwa Saiful Azhar dan Maringan Situmorang, dalam sidang agenda keterangan saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan, Senin (15/1).

Dalam kesaksiannya, Ok Arya, yang juga berstatus terdakwa (berkas terpisah) menyebutkan bahwa telah menerima sejumlah uang (fee) dari dua terdakwa selaku kontraktor pada proyek pengerjaan pembangunan infrastruktur tahun 2017 di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara.

“Penerimaan uang secara tiga tahap, pertama Rp3 miliar, selanjutnya Rp700 juta dan kemudian Rp400 juta,” ucapnya di persidangan yang berlangsung di ruang Cakra Utama Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Usai mendengarkan keterangan saksi, Majelis Hakim Tipikor yang diketuai Wahyu Prasetyo Wibowo menutup persidangan dan akan dilanjutkan pada pekan depan.

Saat ditanyai lebih lanjut, Ok Arya pun membenarkan telah menerima suap. Namun, dia berharap keringanan hukuman terhadap dirinya. “Ya benar. Saya terbuka dan kita jelaskan tadi. Ya mohon doanya ajalah ya biar hukuman diringankan,” katanya kepada awak media.

Sementara itu, Jaksa Pununtut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ikhsan Fernandi, mengatakan bahwa Ok Arya yang dihadirkan sebagai saksi dalam perkara ini, telah mengakui semua berkas dakwaan melalui kesaksiannya.

“Tadikan sudah kita dengar sama-sama. Dia menerima uang dari dua terdakwa Saiful dan Maringan. Berarti sudah jelas,” ujarnya.

Perlu diketahui, dalam kasus ini Syaiful menyerahkan uang kepada Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnain, sebesar Rp400 juta melalui Kadis PUPR Kabupaten Batubara, Helman Herdady (terdakwa).

Sementara itu, Marigan Situmorang yang mendapatkan dua proyek di Dinas PUPR menyerahkan uang sebesar Rp3,7 miliar dalam tiga tahapan kepada OK Arya melalui perantara pengusaha showroom Sujendi Tarsono alias ayen (terdakwa, red).

Dalam dakwaan, Saiful dan Maringan dikenakan Pasal 5 ayat (1) huruf b UU RI No.31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI No 21 Tahun 2001 dan Subsider Pasal 13 UU RI No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI No.20 Tahun 2001.(wol/iam/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Sigap Tangani Keadaan Darurat, Pertamina Simulasi OKD Bagi Pekerja

MEDAN, Waspada.co.id – Sigap Tangani keadaan darurat, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I melalui Terminal ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: