_
Home / Medan / BI Sumut Gandeng Perbankan Layani Kas Keliling di Pasar Medan
WOL Photo

BI Sumut Gandeng Perbankan Layani Kas Keliling di Pasar Medan

MEDAN, Waspada.co.id – Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah Sumatera Utara gandeng perbankan layani kas keliling di delapan Pasar Kota Medan.

Delapan Pasar tersebut di antaranya, Pusat Pasar, Petisah, Bakti, Sukaramai, Simalingkar, Titi Papan, Titi Kuning, dan Pasar Sambas. Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara mengajak seluruh perbankan di Sumut untuk terlibat dalam memberikan layanan penukaran Uang Pecahan Kecil (UPK) atau kas keliling.

Direktur Bank Indonesia Sumatera Utara, Andiwiana Septonarwanto, menuturkan hari ini Bank Indonesia bersama dengan PD Pasar dan Perbankan di Sumatera Utara launching program kas keliling dan penukaran UPK untuk melayani masyarakat.

“Sesuai dengan UU No.7 2011 tentang Mata Uang Pasal 22 Ayat (4) yang menyatakan bahwa penukaran uang Rupiah dilakukan oleh Bank Indonesia, bank yang beroperasi di Indonesia, atau pihak lain yang ditunjuk Bank Indonesia dan sesuai denga Peraturan Bank Indonesia tentang perlindungan konsumen jasa sistem pembayaran pada Pasal 21 disebutkan terkait kewajiban bank untuk menyediakan uang layak edar bagi masyarakat,” tuturnya usai melakukan Kick Off Program Kas Keliling dan Layanan Penukaran UPK didampingi para perwakilan Pimpinan Perbankan di Sumut, Kamis (14/3).

Dan berdasarkan survei kelayakan uang (soil level) di Sumatera Utara pada semester II 2018 diperoleh hasil soil level 11,73 (UPB) dan 7,89 (UPK) di bawah rata-rata nasional turun dari semester I yaitu 12,27 (PUB) dan 8,8 (UPK) dari skala 1-16.

“Karena selama ini, image perbankan maupun masyarakat terhadap kebutuhan UPK selalu dengan Hasil Cetak Sempurna (HCS). Padahal pemenuhan kebutuhan uang tidak hanya HCS tetapi juga Uang Layak Edar (ULE) eks peredaran. Oleh karena itu, kami memohon kerjasama dan bantuan para perbankan agar dapat mengedukasi kepada masyarakat bahwa pemenuhan kebutuhan uang tidak hanya dengan HCS tetapi juga dengan ULE eks peredaran, termasuk kebutuhan UPK,” ungkapnya.

Perbankan sebagai garda terdepan diharapkan untuk ikut serta meningkatkan distribusi uang pecahan kecil kepada retailer, pasar tradisional dan masyarakat umum baik melalui mekanisme penarikan dan atau penukaran.

“Ini dilakukan untuk menjaga kelancaran transaksi pembayaran dan mendukung clean money policy di wilayah Sumatera Utara khususnya di Kota Medan,” jelas Andi.

Ia menambahkan, bahwa layanan penukaran juga dilakukan di 70 loket kantor bank dengan modal Rp308 juta per loket dan perhari. Untuk layanan kas keliling bersama dengan modal Rp370 juta per mobil yang dilaksanakan oleh delapan bank.

“Yakni BRI, Mandiri, BNI, Permata, CIMB Niaga, Maybank, BRI Syariah dan BJB. Adapun jadwal penukaran di loket maupun kas keliling di pasar dilakukan setiap hari, Senin dan Kamis pukul 09.00 sampai 12.00 WIB,” tambahnya.

“Melalui sinergi ini, Bank Indonesia, Perbankan, PD Pasar, maka penyediaan uang kartal kepada masyarakat dalam jumlah yang cukup. Pecahan yang sesuai dan dalam kondisi layak edar dapat terwujud lebih optimal serta dapat mewujudkan Sumut bebas uang lusuh,” pungkasnya.(wol/eko/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

BI Beri Izin LinkAja, OJK Belum

JAKARTA, Waspada.co.id – Bank Indonesia telah memberi izin penyelenggaraan jasa sistem pembayaran kepada PT Fintek ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: