Newsticker
WOL / Medan / Belajar Tingkatkan PAD, DPRK Aceh Barat Daya Kunker ke DPRD Medan
Kasubag Persidangan DPRD Medan, Khairul Siregar (tengah/kemeja putih) menerima cendramata dari Ketua DPRK Aceh Barat Daya saat rombongan DPRK Aceh Barat Daya melakukan kunjungan kerja ke DPRD Kota Medan, Jumat (19/5).WOL Photo
Kasubag Persidangan DPRD Medan, Khairul Siregar (tengah/kemeja putih) menerima cendramata dari Ketua DPRK Aceh Barat Daya saat rombongan DPRK Aceh Barat Daya melakukan kunjungan kerja ke DPRD Kota Medan, Jumat (19/5).WOL Photo

Belajar Tingkatkan PAD, DPRK Aceh Barat Daya Kunker ke DPRD Medan

Benner-Erry

MEDAN, WOL – Minimnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Aceh Barat Daya yang hanya Rp50 miliar per tahun menjadi alasan rombongan Dewan Perwakikan Rakyat Kabupaten/Kota (DPRK) Aceh Barat Daya berkunjung ke DPRD Kota Medan, Jumat (19/5) untuk mempelajari besarnya PAD Kota Medan.

Ketua DPRK Aceh Barat Daya, Zaman Akli, mengungkapkan PAD Aceh Barat Daya 2016 hanya Rp50 miliar. PAD tersebut didominasi dari hasil perkebunan seperti kelapa sawit. Ia menilai jumlah PAD Aceh Barat Daya itu jauh lebih kecil dibandingkan dengan PAD Kota Medan 2016 yang mencapai Rp1,4 triliun.

“PAD Kota Medan jauh lebih besar di bandingkan dengan PAD Aceh Barat Daya. Makanya, kami melakukan kunjungan kerja (Kunker) kemari untuk mempelajari besarnya PAD dari Kota Medan,” ungkanya usai melakukan Kunker.

Zaman Akli mengaku iri melihat besarnya PAD Kota Medan tersebut. Oleh karenanya, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk mendorong Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya meningkatkan PAD kabupatennya. Tahun ini, Pemkab Aceh Barat Daya menargetkan PAD sebesar Rp100 miliar. “Tahun ini, PAD-nya ditargetkan naik 100 persen. Berarti naik menjadi Rp100 miliar. Mudah-mudahan saja target itu bisa tercapai. Sedangkan APBD kami hanya Rp950 miliar,” bebernya.

Di sisi lain, Zaman Akli mengaku kecewa, soalnya kehadiran rombongan anggota DPRK Aceh Barat Daya ke gedung DPRD Kota Medan tidak disambut oleh anggota dewan, melainkan hanya disambut oleh Kepala Sub Bagian Persidangan Sekretariat Dewan, Khairul Siregar. Sayangnya tidak satupun anggota DPRD Kota Medan menyambut rombongan para anggota DPRK Aceh Barat Daya itu. Soalnya, para anggota DPRD Kota Medan sedang melakukan Bimtek dan Kunker ke luar kota.

“Sebetulnya kami memaklumi tidak ada anggota DPRD Medan yang menyambut kami, soalnya jadwal Kunker kami kemari pun tiba-tiba. Tapi kalau ada anggota DPRD Medan yang menjelaskan tentang potensi PAD Medan pasti bisa lebih rinci lagi ketimbang penjelasan dari Kasubag Persidangan,” keluh politisi dari Fraksi Partai Aceh itu.

Anggota DPRK Aceh Barat Daya lainnya dari Partai Golkar, Agus Sri mengungkapkan untuk memaksimalkan PAD Aceh Barat Daya, pihaknya akan kembali menjadwalkan Kunker ke DPRD Kota Medan agar bisa konsultasi langsung dengan anggota DPRD Kota Medan terkait potensi PAD Kota Medan.

“Tujuan kami kemari untuk mencari tahu potensi-potensi apa saja yang bisa dijadikan PAD di Medan tapi sayang anggota DPRD Medan-nya tidak ada karena mungkin ada kesibukan lain. Makanya, kami akan menjadwalkan ulang Kunker kemari,” sebutnya.

Kasubag Persidangan DPRD Kota Medan, Khairul Siregar, tidak menjelaskan secara rinci potensi-potensi PAD yang ada di Kota Medan. Maklum saja, itu bukan tupoksinya untuk menjelaskan secara detail potensi PAD yang ada di Kota Medan.

Diketahui, realisasi PAD Kota Medan 2016 sebesar Rp4,308 triliun atau 78,48 persen dari target yang ditetapkan, Rp5,49 triliun.

“Terima kasih sudah datang kemari. Mohon maaf kami, karena tidak ada anggota dewan yang menyambut. Soalnya, mereka lagi Bimtek. Terkait PAD, Medan kami tak bisa menjelaskan secara rinci,” pungkasnya.(wol/mrz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Baca Juga

Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Renward Parapat. (WOL Photo/M. Rizki)

Dishub Medan Tidak Keluarkan Izin Parkir Ramadhan Fair

MEDAN, WOL – Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, meminta Camat Medan Kota berkoordinasi dengan Dinas ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.