_
Home / Medan / Bekingi Debt Collector dan Hina Polri, Kasium Polsek Perbaungan Dilaporkan
WOL Photo

Bekingi Debt Collector dan Hina Polri, Kasium Polsek Perbaungan Dilaporkan

MEDAN, Waspada.co.id – Kepala Seksi Umum (Kasium) Polsek Perbaungan, Aiptu S Manurung, dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Poldasu.

Sebab, Aiptu Manurung diduga telah membekingi debt collector dan menyebut personil Pelayanan Markas (Yanma) Poldasu sebagai polisi sampah.

“Dia (Aiptu S Manurung) bukannya menengahi (mediasi, red), tapi justru menciptakan suatu masalah hukum. Saya menduga dia memang sengaja membekingi aksi debt collector itu. Dia juga menyebut saya anggota Yanma Polda Sumut sebagai polisi sampah, saya tidak terima,” kecam Brigadir Muhammad Syamrego, ketika bertemu di Mapolda Sumut, Senin (8/7).

Menurut Brigadir Syamrego yang menetap di Dusun Rambutan, Desa Melati II, Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), masalah itu bermula dari kedatangan pasangan debt collector ke rumahnya pada Selasa (2/7) malam. Tapi, bukan untuk menemui dia ataupun istrinya, melainkan wanita tetangganya Nurhidayah alias Dayya yang kebetulan datang ke kediamannya.

Debt collector menaiki minibus itu mendesak agar Dayya mengembalikan furniture yang dibeli dengan cara cicil di Toko Metro kawasan Lubuk Pakam, Deliserdang, karena sudah menunggak. Permintaan debt collector disanggupi Dayya, namun harus diambil pada siang hari, karena kalau malam melanggar ketentuan.

“Siapa yang tidak menegur bang, kalau orang lain, apalagi debt collector marah-marah di rumah saya yang sebelumnya tanpa permisi. Setahu saya juga, debt collector tidak boleh melakukan penyitaan terhadap konsumen di malam hari,” kata Syamrego.

Rupanya, penolakan dari Dayya membuat Syamrego cek cok dengan debt collector hingga terjadi kontak fisik. Debt collector disebut tidak percaya, meski Syamrego telah menyebut dirinya sebagai anggota Polri.

Dalam pertengkaran itu, istri Syamrego, Dewi Mayasari (33) berusaha melerai, tapi malah membuatnya celaka. Bhayangkari tersebut tersungkur hingga kepalanya terbentur dan pingsan karena dicampakkan debt collector.

“Cobalah abang bayangkan, gara-gara debt collecot itu istri saya harus opname dan anak saya yang masih kecil terbangun dari tidurnya. Karena itulah istri saya melapor ke Polsek Perbaungan,” kesal Syamrego.

Selanjutnya, Aiptu S Manurung datang ke tempat kejadian perkara (TKP), dengan gaya arogan tidak mencerminkan kepribadian anggota Polri, tapi justru mengarahkan debt collector tersebut untuk langsung membuat laporan.

“Aturannya, dia (Aiptu S Manurung) memediasi kami, bukannya membekingi debt collector menuding saya bersalah. Padahal, saat itu kami sudah hendak berdamai,” sebut Syamrego.

Ketika itu, Syamrego mengaku sempat menjelaskan statusnya sebagai anggota Polri bertugas di Yanma Polda Sumut, tapi malah dilecehkan oleh Aiptu S Manurung. Brigadir Syamrego disebut sebagai polisi sampah.

Syamrego menambahkan, istri Aiptu S Manurung disebut-sebut pernah bekerja di perusahaan furniture/meubel Metro. Sehingga kuat dugaan, Aiptu S Manurung membekingi debt collector Metro tersebut.

Selain laporan kasus penganiayaan yang dibuat istrinya, Syamrego juga mengadukan Aiptu S Manurung ke SPKT Polda Sumut karena menyebutnya sebagai polisi sampah.

“Yang saya tahu, istri si Manurung itu pernah bekerja di Metro. Harapan saya, orang seperti ini harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku di institusi Polri. Dia itu anggota Polri, tidak sepatutnya menghina korps,” pungkasnya.(wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Kapoldasu: Fungsi Kontrol Sosial Penting Bagi Polri

MEDAN, Waspada.co.id – Usai melakukan ziarah di Makam Pahlawan di Jalan SM Raja Medan, Rabu ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: