_
Home / Medan / Bea Wiharta: Fotografer Wilayah Bencana Rawan Gangguan Psikologis
WOL Photo

Bea Wiharta: Fotografer Wilayah Bencana Rawan Gangguan Psikologis

MEDAN, Waspada.co.id – Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi “Pembangunan” (STIK-P) Medan menggelar Dialog Fotografi Kebencanaan dalam The Journalism Literacy (Photo Reporting Programme) mengusung tema “The Unexpected Disaster” di Kampus STIK-P, Jalan SM Raja, Selasa (9/7) malam.

Tampil sebagai speaker adalah salah satu pewarta foto ‘keras’ dan andal, Bea Wiharta. Di hadapan puluhan peserta terdiri atas fotografer, pegiat film, dan mahasiswa dari beberapa unversitas di Kota Medan, Bea berbagi pengalaman meliput perang di negara konflik, seperti Afghanistan serta daerah bencana termasuk tsunami Aceh dan erupsi Sinabung di Karo.

Dalam meliput bencana, ada banyak hal bisa terjadi seperti fasilitas yang tidak memadai pasca bencana, kelelahan fisik dan mental, gangguan psikologis hingga ancaman keselamatan jiwa.

Bea pun benar-benar merinci segala hal yang harus dipersiapkan fotografer dalam beradaptasi di zona bencana yang tidak terduga.

“Adalah hal memilukan ketika berdiri di hadapan ratusan jenazah dan orang-orang yang mencari anggota keluarganya yang hilang dengan pandangan kosong. Beban ini yang tak dapat saya tanggung, sehingga saya sempat dibawa ke psikiater,” kata Bea.

Dikatakan, moralitas sebagai dasar kemanusiaan sangat tergerak ketika momentum itu menjadi tanggungjawab seorang pewarta foto untuk dapat menyampaikan informasi kepada khalayak ramai.

“Dalam kondisi ini persiapan sebelum bertugas adalah penting untuk menentukan keberhasilan dalam proses adaptasi di zona bencana, sebab sangat tidak baik jika kita akhirnya malah merepotkan korban bencana,” ujar pria kelahiran Jember tersebut.

Bea menambahkan metode utama yang dilakukan adalah observasi, eksekusi, dan kemudian perangkuman materi. Observasi akan menentukan bekal yang penting untuk dipersiapkan, baik itu makanan peralatan, terutama mental.

Pembantu Ketua I STIK-P, Austin Tumengkol SSos MIKom, turut memberi cenderamata kepada Bea atas kunjungannya. Dikatakan, kegiatan sharing yang turut digagas UKM Potret STIK-P tersebut amat positif dan bermanfaat bagi audiens, khususnya mahasiswa kampus orange.

“Dengan prestasi dan segudang pengalaman Mas Bea, tentu saja dengan tangan terbuka kami sambut. Apalagi, Mas Bea pastinya memberi tambahan wawasan dan ilmu kepada mahasiswa kami maupun hadirin lainnya. Tentu saja, kami dukung dan apresiasi kegiatan sarat manfaat semacam ini,” kata Austin mewakili Ketua STIK-P.

Ketua PFI Medan, Rahmad Suryadi, berharap audiens merasakan manfaat dan inspirasi dari setiap materi yang diberikan narasumber di acara tersebut. Ketua Panitia, Panyahatan Siregar, mengatakan pentingnya pengalaman berharga seorang fotografer sekelas Bea memperkaya metode dalam menjalankan tugas jurnalistik di zona bencana, terutama bagi fotografer pemula.

“Tak hanya sebatas fotografi, harapan saya ke depannya kegiatan terus berkelanjutan sehingga terus memberikan manfaat dan memotivasi mahasiswa,” ujar Panya. (wol/at/data2)

Editor M AGUS UTAMA

Check Also

Pesta Gol, PSMS Jadi Pimpinan Klasemen

MEDAN, Waspada.co.id – Pekan keenam Liga 2 Indonesia di Stadion Teladan, Jumat (19/7), ditandai dengan kemenangan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.