_
Home / Medan / Bank Panin Digugat Nasabah, Diduga “Tukangi” Jumlah Nominal Setoran Dalam Cek
WOL Photo

Bank Panin Digugat Nasabah, Diduga “Tukangi” Jumlah Nominal Setoran Dalam Cek

MEDAN, Waspada.co.id – Bank Panin Tbk yang berlokasi di Jalan Gunung Krakatau, Kecamatan Medan Timur, digugat nasabah ke Pengadilan Negeri Medan, Selasa (20/8).

Pasalnya, pihak Bank Panin diduga “menukangi” jumlah nominal bukti setor transfer cek seharusnya senilai Rp70.325.300,- tetapi dikirim Bank Panin Rp7.032.530.- Gugatan itu disampaikan langsung nasabah Herman melalui Kuasa Hukumnya Rico Yustanto SH, saat sidang perdana di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (20/8).

Rico menjelaskan, bahwa pada tanggal 22 Mei 2019 kliennya (Herman-red) menyuruh karyawannya mengirimkan (mentransfer) uang dalam bentuk cek ke rekening BCA milik PT Marisi Idola Sumber Sejahtera senilai Rp70.325.300,- yang telah jatuh tempo.

Namun selesai melakukan transaksi pihak Bank Panin tepatnya sekira pukul 14.00 WIB (hari yang sama-red) menghubungi bahwa ada salah pengetikan dari teller yang seharusnya berjumlah Rp70.325.300.- terkirim hanya Rp7.033.530.-

“Akibat kesalahan pengetikan penyetoran pembayaran cek ke PT MISS yang seharusnya lunas, kini klien kami mengalami wanprestasi (tunggakkan baru) terhadap tindakan kelalaian pegawai Bank Panin Tbk,” ujarnya.

Rico menjelaskan, saat kliennya mencoba mempertanyakan kasus salah pengetikan pihak Bank Panin terkesan menutupi. Tak hanya itu, pihak Bank Panin secara sepihak dengan sadar telah mencoret dan merubah jumlah nominal di dalam cek BC 140740 tanpa adanya konfirmasi dari kliennya.

“Di sini jelas ada ketentuan-ketentuan yang dilanggar. Bagaimana bisa cek yang sudah tertulis dengan jelas nominalnya tanpa adanya pemberitahuan kepada nasabah dicoret dengan angka nominal yang berbeda oleh pihak bank,” jelasnya sembari mengaku telah menyimpan semua dokumen salinan transaksi yang dicoret atau dibatalkan sepihak tersebut.

“Memang terhadap kasus ini, Herijes selaku Sub Branch Manager dan Jusri Buhali selaku Branch Mananger Bank Panin mengakui kesalahan pengetikan nominal tersebut,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rico menyayangkan sikap pihak Bank Panin yang menunjuk kuasa hukum terkesan tidak jelas.

“Oleh karena itu dengan kejadian tersebut klien kami harus menggugat ke Pengadilan Negeri Medan karena merasa dirugikan dan nama baiknya rusak dengan rekanan bisnisnya. Begitu juga pihak Bank Panin, tetap tidak ada etikad baiknya untuk menyelesaikan masalah tersebut,” tegasnya.

Diketahui, sidang perdana beragendakan keterangan kedua belah pihak yang dipimpin Majelis Hakim, Faren, akan dijadwalkan kembali dengan agenda mediasi pada Senin (26/8) mendatang.

Sementara itu, saat dikonfirmasi kepada KCU Bank Panin TBK Jalan Gunung Krakatau Medan, Herijes, enggan menemui wartawan.

Awalnya pihak KCU bank ini mengutus Customer Service, Thalia S, untuk bicara dengan wartawan, menyatakan tidak bisa memberi keterangan masalah kasus cek tersebut.

Namun wartawan mendesak ingin mendengarkan sepatah dua kata pernyataan KCU Bank Panin, Herijes, lalu pihaknya mengutus lagi pegawai lainnya bernama Afrina menemui wartawan.

“Kami tidak bisa memberikan keterangan apa-apa terkait kasus ini Pak. Ngomong sama kuasa hukum kami saja ya,” ujarnya.

Namun saat wartawan meminta nomor telepon genggam kuasa hukumnya, dia enggan juga memberikan.

“Nanti di persidangan aja jumpa Pak, kami tidak berhak ngasih keterangan,” ketusnya.(wol/lvz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Transaksi Keuangan Tanpa Sepengetahuan Nasabah, Bank CIMB Niaga Disomasi

MEDAN, WOL – Koordinator Pengacara Lembaga Bantuan Hukum Serikat Pengacara Rakyat Sumatera Utara (LBH SPRSU), ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.