_
Home / Medan / Atasi Kemacatan, Dishub dan Satlantas Harus Bersinegri
WOL Photo/Ilustrasi

Atasi Kemacatan, Dishub dan Satlantas Harus Bersinegri

MEDAN, Waspada.co.id – Anggota Komisi IV DPRD Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak, menyebut kemacatan di Kota Medan sudah semakin parah. Selain akibat banyaknya lahan parkir yang menjamur, kurang pedulinya Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan terhadap pengaturan lalu lintas juga disinyalir jadi penyebab bertambah macatnya ibukota Provinsi Sumut ini.

“Kemacatan bisa diminimalisir kalau Dishub Kota Medan mau turun tangan mengatur lalu lintas dan parkir yang semrawut di Kota Medan,” ungkapnya, Senin (8/7).

Dikatakan, untuk lalu lintas di jalanan, politisi PDIP ini meminta Dishub turun tangan membantu polisi. Dengan bantuan tenaga terutama saat pagi hari, diharapkan bisa mengurangi kemacatan jalan. Ia pun mencontohkan, di beberapa tempat saat ini bisa dilihat kemacatan terutama pada pagi hari seperti di Jalan Panglima Denai, Jalan Aksara, Jalan Brigjend Katamso, dan lainnya.

Begitu juga masalah perparkiran, hampir 90 persen jalan di Kota Medan sudah dijadikan lahan parkir. Salah satu cara untuk mengatasi itu, Bendahara Fraksi PDIP DPRD Medan ini, meminta Dishub untuk mendata ulang lahan parkir yang ada. Sehingga bisa diatur lebih baik dari saat ini.

Selain untuk mengurangi kemacatan, pendataan ulang lahan parkir juga bertujuan untuk meningkatkan PAD. Karena menurutnya, hingga saat ini, serapan PAD dari sektor tersebut hanya Rp19,71 milliar atau 45 persen dari target Rp43,81 milliar.

“Sementara PAD kita dari retribusi parkir tak sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan. Artinya, parkir pinggir jalan masih dikuasai oknum-oknum liar. Akibatnya, PAD dari sektor ini sangat sedikit sekali. Padahal kalau dilihat di lapangan, seharusnya besar,” bebernya.

Paul menduga ada permainan antara oknum di Dishub dengan pihak tertentu untuk kepentingan pribadi. Untuk itu, dirinya mendesak agar pihak terkait melakukan pemeriksaan terhadap dugaan praktik kotor yang merugikan keuangan Kota Medan. Jangan nanti semua badan jalan jadi lokasi parkir. Tapi pendapatan ke Pemko Medan tidak juga naik.

“Artinya banyak kutipan liar yang dilakukan oknum tertentu untuk diri sendiri. Kita harapkan mereka bisa bekerja profesional dan tegas agar PAD yang didapatkan sesuai harapan,” pungkasnya.(wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Siapkan Mobil Derek, Dishub Medan Butuh Rp3,8 Miliar

MEDAN, Waspada.co.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan mengaku butuh penambahan Rp3,8 miliar di P-APBD ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.