Breaking News
Home / Medan / ASEPHI Dituntut Mampu Bangkitkan Usaha Eksportir
Foto: Wakil Ketua Umum KADIN Sumatera Utara, Hendrik Halomoan Sitompul (dua kanan), memberikan bingkisan kepada Sekjen BPP ASEPHI, Baby Jurmawati (dua kiri). Kadis Perindag Sumut H Alwin Sitorus (paling kanan)

ASEPHI Dituntut Mampu Bangkitkan Usaha Eksportir

MEDAN, Waspada.co.id – Keberadaan Asosiasi Eksportir dan Produsen Handycraft Indonesia (ASEPHI) diharapkan mampu membangkitkan dunia usaha eksportir di Sumatera Utara. Wadah para pengusaha eksportir dan produsen handycraf itu dituntut dapat menghimpun dan saling mendukung untuk membina pelaku usaha saling harmonis.

Harapan itu disampaikan Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sumatera Utara, Hendrik Halomoan Sitompul, mewakili Ketua Umum KADIN Sumut Ivan Iskandar Batubara saat acara pelantikan Badan Pengurus Daerah ASEPHI periode 2018-2023 di Medan, Kamis (12/11) kemarin. Pelantikan itu dihadiri Ketua BPD ASEPHI Sumut, Hj Fatimah Habibie Syamsul Arifin.

Ditekankan Hendrik yang juga anggota DPRD Medan Komisi C membidangi perekonomian itu, ASEPHI harus segera menyikapi pertumbuhan dan perkembangan bisnis kerajinan tangan dan produk kreatif di Sumut. Sehingga pertumbuhan bisnis kerajinan tangan dapat membawa angin segar dalam membangkitkan industri kreatif sebagai salah satu penopang pemasukan devisa negara.

“Provinsi Sumut justru salah satu sumber kekuatan terbesar membangun negeri ini. Untuk itu, kita semua harus selalu optimis memberikan sumbangsih yang terbaik bagi kemajuan daerah ini. Momentum pelantikan ASEPHI periode 2018-2023 merupakan momentum untuk kembali membangun kebersamaan,” ujarnya.

Ketua DPD Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Sumut ini menyampaikan, KADIN Sumut selalu berupaya bekerja sama dengan semua pihak termasuk ASEPHI untuk meraih dan menciptakan peluang usaha. Mengatasi tantangan dan hambatan yang dihadapi sektor UMKM sehingga dapat meningkatkan pembangunan. KADIN akan memperjuangkan kepentingan pengusaha sebagai motor penggerak ekonomi.

Pada kesempatan itu juga, Hendrik mengingatkan, revolusi industri ke 4 ini merupakan tantangan besar dan harus disikapi dengan arif, kreatif, inovatif, dan bermartabat.

“Karena sesungguhnya persaingan global dalam bentuk perdagangan bebas merupakan peluang jika kita dapat menyikapinya dengan cermat,” sebutnya.

Ditambahkan, KADIN Sumut menyadari pelaksanaan era perdagangan bebas antar negara merupakan kompetisi yang menghilangkan batasan antar negara si dunia. Kompetisi dengan mengedepankan kompetensi merupakan kata kunci bagi persaingan sumber daya para pekerja maupun pencari kerja. ASEPHI sudah seharusnya melakukan pembinaan dan penguatan bagi seluruh pelaku usaha secara profesional.(wol/mrz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Pansus DPM PBI: Banyak Rumah Sakit di Medan Lakukan Kecurangan

MEDAN, WOL – DPRD Medan di bawah kepemimpinan Henry Jhon Hutagalung menunjukkan sikap serius upaya ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: