Breaking News
Home / Fokus Redaksi / Antisipasi Hoax Mulai Dari Diri Sendiri
WOL Photo/Ega Ibra

Antisipasi Hoax Mulai Dari Diri Sendiri

MEDAN, Waspada.co.id – Berita bohong atau dikenal dengan hoax saat ini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Indonesia. Berita hoax juga memberikan dampak negatif yang besar serta polemik yang memacu pada permasalahan-permasalahan baru.

Demikian disampaikan Maggie Farley saat menjadi pemateri kuliah umum “How Do I Know That’s True? Journalism In A Post-Truth Society” di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi “Pembangunan” (STIK-P) Medan, Jalan SM Raja, Selasa (9/10). Maggie merupakan dosen luar biasa di Fakultas Komunikasi American University dan wartawan senior asal Amerika Serikat.

Kepada audiens, Maggie menerangkan bahwa untuk mengantisipasi berita hoax harus dimulai dari diri sendiri. Selain itu, masyarakat harus kritis dan bisa membedakan berita yang misinformasi maupun disinformasi.

“Sebab, salah satu upaya untuk menepis berita hoax tergantung cara seseorang mengubah pola pikirnya lebih baik dan tidak gampang menerima informasi tanpa mencari tahu kebenarannya terlebih dulu,” ungkapnya.

Maggie juga mengatakan bahwa peran pemerintah dan media massa juga sangat penting untuk mendorong pola pikir masyarakat dalam menyaring informasi berita secara baik dan benar.

“Apakah berita itu fake atau real, jurnalis harus check and recheck sekaligus klarifikasi kebenaran informasi sebelum dipublikasikan. Berita bohong sangat berdampak negatif dan memiliki makna luas, sebab menimbulkan propaganda, miskomunikasi, dan masalah. Jadi pikirlah sebelum publikasi,” tuturnya.

Upaya pemerintah disebut hendaknya melakukan hal-hal positif dan menuntun masyarakat bisa memahami berita. Pasalnya, ketika masyarakat sudah terlanjur menerima berita hoax, maka membangun kepercayaan lagi akan butuh waktu lama dan harus riset lagi.

“Contohnya memberikan edukasi kepada masyarakat, mahasiswa, dan elemen-elemen terkait, membuat pelatihan jurnalistik, dan mengubah pola pikir masyarakatnya dalam menerima informasi,” ungkap Maggie.

Di akhir kuliah umumnya, Maggie berharap mahasiswa STIK-P calon jurnalis bisa lebih memahami secara detail dan memberi edukasi kepada masyarakat akan menerima informasi untuk tidak langsung percaya mentah-mentah,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu, Maggie juga didampingi Konsul Amerika Serikat di Sumatera Juha P Salin. Kehadiran Maggie dan Salin disambut Ketua STIK-P Dr H Sakhyan Asmara MSP, Ketua BPH STIK-P Hj Ida Tumengkol BComm MHum, dan Puket I Austin Antariksa T SSos MIKom.(wol/eko/data2)

Editor: M AGUS UTAMA

Check Also

Promo Tiket Gratis Garuda Indonesia Hoax

JAKARTA, Waspada.co.id – Hati-hati bagi Anda yang menemukan promo tiket gratis dua buah yang mengatasnamakan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: