Home / Medan / Angkat Citra Lokal Warung Koffie Batavia Ramaikan Pasar Pecinta Kopi Medan
WOL Photo
WOL Photo

Angkat Citra Lokal Warung Koffie Batavia Ramaikan Pasar Pecinta Kopi Medan

MEDAN, WOL – Sejak tahun 1696 kopi mulai dikenal di Indonesia. Kala itu, di zaman penjajahan Belanda, Wali Kota Amsterdam, Nicholas Witsen, memerintahkan komandan pasukan Belanda di Pantai Malabar, Adrian Van Ommen, untuk membawa biji kopi ke Batavia. Kopi jenis Arabika-lah yang pertama ditanam dan dikembangkan di Timur Jatinegara, yang menggunakan tanah partikelir Kedawung yang kini lebih dikenal dengan Pondok Kopi.

Dengan mengangkat citra kopi asli Indonesia, Warung Koffie Batavia yang berada di Tijili Square, Jalan Kapten Pattimura Medan menonjolkan cita rasa kopi lokal yang siap meramaikan pasar kopi di Kota Medan dan warung ini memiliki strategi bisnis sendiri.

Marketing Manager Warung Koffie Batavia Medan, Shara Moza, mengungkapkan Warung Koffie Batavia Medan merupakan cabang kesebelas dari Opco Indonesia yang dikenal sebagai manajemen outlet kopi berkwalitas di Indonesia.

“Warung Koffie Batavia dibangun dengan konsep Indonesia Belanda. Karena di saat zaman penjajahan Belanda, Indonesia dikenal dengan produk kopinya. Untuk itulah, kami menonjolkan produk kopi asli Indonesia,” paparnya saat media launching Warung Koffie Batavia, Medan, Senin (9/4).

Shara menambahkan Warung Koffie Batavia menyakini kwalitas produk kopi Indonesia tidak kalah baiknya dengan kopi dari luar negeri. Bahkan, memiliki kwalitas yang lebih baik. “Atas dasar itulah, kami menyakini bahwa Indonesia tidak lepas dari kopi,” ujarnya.

Manager Outlet Warung Koffie Batavia Medan, Susi, mengungkapkan kehadiran Warung Koffie Batavia Medan diyakini akan menarik minat warga Kota Medan untuk menikmati aneka ragam kopi dan berbagai jenis makanan lokal dan Belanda.

“Bicara strategi, kami punya strategi sendiri. Karena kami menyajikan berbagai menu kopi dan makanan yang berbeda. Kami menyajikannya dengan lebih spesial dari yang lain. Itulah yang menjadi keunggulan Warung Koffie Batavia ini,” paparnya seraya menyebutkan bahwa menu yang disajikan sudah disesuaikan dengan lidah warga Medan.

Corporate Barista Manager Warung Koffie Batavia, M Tito, mengungkapkan berbagai produk kopi yang disediakan di Warung Koffie Batavia berasal dari Sumatera, Jawa dan Sulawesi dengan berbagai jenis kopi yang berbeda-beda di antaranya House Blend yang memiliki kwalitas standar dan berbagai jenis bubuk kopi dengan kwalitas premium seperti Finest Blend, Arabica, Robusta dan Luwak.

“Disini, kami juga menyediakan kopi tubruk yang menjadi ciri khas kopi Indonesia. Kopi kami berasal dari Aceh, Pengalengan, Garut dan Flores,” jelasnya.

M Tito menambahkan untuk memanjakan pelanggan, Warung Koffie Batavia juga menyediakan kopi peranakan yang dikenal sebagai kopi ternama di zaman penjajahan Belanda. “Kopi peranakan itu, kopi yang dikenal di zaman Batavia dulu yang merupakan  perpaduan Belanda, Cina dan Indonesia,” pungkasnya.(wol/mrz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

WOL Photo

Sejarawan: Pematang Siantar Adalah Ibukota Provinsi Sumut Pertama

MEDAN, WOL – Ketua Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial Universitas Medan (Pussis Unimed), Ichwan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.