_
Home / Medan / Angka Kecelakaan Tinggi, KAI Himbau Masyarakat Hati-hati
WOL Photo

Angka Kecelakaan Tinggi, KAI Himbau Masyarakat Hati-hati

MEDAN, Waspada.co.id – Manajemen PT Kereta Api Indonesia Divre 1 Sumut, meminta masyarakat meningkatkan kehati-hatian menyusul masih tingginya angka kecelakaan di sepanjang jalur kereta api termasuk yang terjadi di Jalan Medan – Binjai.

“Hari Rabu misalnya, Kereta Api Sri Lelawangsa (U69) rute Binjai – Medan, terlibat insiden dengan mobil minibus di km 07+600 perlintasan tidak resmi/liar jalan Medan – Binjai,” tutur Manager Humas PT KAI Divre I Sumut, M Ilud Siregar, Kamis (16/4).

Dampak kecelakaan itu terjadi keterlambatan perjalanan KA Sri Lelawangsa sekitar 8 menit. Sementara kerusakan masih dalam pemeriksaan unit sarana.

“Masyarakat diminta hati-hati, apalagi tingkat kecelakaan di perlintasan KA khususnya yang tidak resmi masih cukup tinggi,” jelasnya.

Pada tahun 2018 ada 42 kali kejadian di perlintasan kereta api di mana 37 kali terjadi perlintasan tidak resmi/liar. Adapun di Tahun 2019 terjadi 16 kali kejadian dengan 15 kecelakaan di perlintasan tidak resmi.

“Kasus kecelakaan di perlintasan antara lain disebabkan karena masyarakat/pengguna jalan kurang disiplin, tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas pada saat melewati perlintasan,” tambahnya.

Termasuk menerobos palang pintu yang sedang/sudah tertutup, terburu-buru, kurang hati-hati dan kurang waspada. KAI mengimbau masyarakat yang akan melintas perlintasan untuk tertib dan mematuhi aturan yang berlaku.

“Sesuai ketentuan Pasal 114 Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pada perlintasan antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi kendaraan wajib antara lain berhenti ketika sinyal sudah berbunyi saat palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lain,” tambahnya.

Masyarakat harus mendahulukan kereta api dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintasi rel,ada sanksi hukum bagi pengemudi kendaraan yang tidak mematuhi rambu lalu lintas sebagaimana ketentuan Pasal 296 UU NO 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Dalam Pasal 114 huruf a, ada ancaman pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp750 ribu. Masyarakat juga diimbau untuk tidak membuat perlintasan tidak resmi/liar di atas jalur kereta api, sebagaimana ketentuan Pasal 92 UU No 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian,” tukasnya.(wol/eko/data1)
Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Ini Serangkaian Peringatan Hari Perhubungan Nasional

Waspada.co.id – PT KAI Divre I Sumut, dipercaya menjadiPelaksana Peringatan Hari Perhubungan Nasional tingkat Provinsi ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.