Home / Medan / Aneh!! Ada Warga Klaim Pasar Pagi Polonia Miliknya, Pedagang Lapor DPRD
WOL Photo/muhammad rizki

Aneh!! Ada Warga Klaim Pasar Pagi Polonia Miliknya, Pedagang Lapor DPRD

MEDAN, Waspada.co.id – Pedagang Pasar Pagi Polonia akhirnya mengadukan nasibnya ke DPRD Kota Medan, Senin (27/8), karena ada yang aneh, lahan Pasar Pagi tempat mereka berjualan diklaim telah menjadi milik seseorang.

Padahal, para pedagang telah berjualan di Pasar Pagi sejak tahun 1971. Pengaduan itu disampaikan perwakilan pedagang, Jansen, yang diterima Ketua Komisi A DPRD Kota Medan, Andi Lumbangaol, didampingi Ketua Bapperda, Hendrik Halomoan Sitompul.

Kepada anggota dewan, Jansen, menceritakan para pedagang sejak dari kakek dan nenek mereka telah berjualan di Pasar Pagi sekitar tahun 1971 dan selama itu pula tidak ada satu orang pun yang mengaku atau mengklaim lahan pasar tersebut miliknya.

“Bahkan, Lurah yang dulu tidak berani mengeluarkan surat untuk lahan pasar, apa lagi mengklaim lahan itu milik seseorang,” ujar Jansen.

Namun, sebut Ketua PK SBSI 92 Medan Polonia itu, sejak pergantian lurah, tiba-tiba ada orang yang mengklaim lahan pasar seluas 16 x 26 meter itu merupakan miliknya. “Bahkan, seminggu yang lalu dilakukan penggusuran terhadap pedagang secara sepihak,” ujarnya.

Anehnya, terang Jansen, Pasar Pagi itu awalnya terletak di Jalan Pekong dan berada di Petak E. Sementara di dalam surat yang diklaim milik sesorang itu tertulis Jalan Pekong I dan berada di Petak C.

“Kalau memang punya seseorang, pasti di dalam surat tertulis nama orang. Sementara para tetangga dalam surat itu mengaku semua menyebutkan Pasar Pagi,” ucapnya.

Jansen mengaku, pihaknya sudah melaporkan persoalan itu ke kecamatan dan Wali Kota Medan sebanyak 3 kali.

“Bahkan, penggusuran sepihak yang dilakukan oleh oknum juga telah kami laporkan ke Polrestabes Medan tanggal 15 Agustus 2018 lalu,” bebernya seraya berharap dewan bisa membantu menyelesaikan persoalan ini.

Ketua Komisi A DPRD Kota Medan, Andi Lumbangaol, menyatakan pihaknya menerima pengaduan yang disampaikan.

“Buatlah pengaduan resmi ditujukan kepada Ketua DPRD, kita akan tindaklanjuti ini,” sebut Andi.

Adni mengaku, pihaknya sangat menyesalkan adanya pihak-pihak yang melakukan eksekusi sendiri sebelum adanya kepastian hukum yang tetap terhadap lahan tersebut.

“Kalaupun ada pengakuan seseorang yang mengklaim lahan tersebut adalah miliknya, janganlah langsung main eksekusi saja. Kan ada jalur hukum, silahkan gugat biar pengadilan yang memutuskan,” katanya.

Ketua Fraksi Persatuan Nasional DPRD Medan ini menambahkan, terkait adanya eksekusi sepihak dan telah dilaporkan, dirinya meminta Polrestabes Medan memproses pengaduan yang disampaikan.

“Itu namanya sudah pengerusakan. Polisi harus menyeret pelakunya maupun orang yang menyuruh melakukan eksekusi itu. Ini negara hukum dan hukum merupakan panglima di negeri ini,” pungkasnya.(wol/mrz/data1)
Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Kapolrestabes: Mari Kita Saling Tahan Diri

MEDAN, Waspada.co.id – Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto, kepada mahasiswa dan masyarakat untuk tetap ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: