_
Home / Fokus Redaksi / “Ada Dugaan Permainan Uang Pemprovsu Hilang di Parkiran Rp1,6 M”
WOL Photo

“Ada Dugaan Permainan Uang Pemprovsu Hilang di Parkiran Rp1,6 M”

MEDAN, Waspada.co.id – Hilangnya uang senilai Rp1,6 miliar dalam mobil yang parkir di Pelataran Kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan Diponegoro, Senin (9/9) lalu turut mengagetkan dan tanpa kecuali ditanggapi berbagai pihak.

Salah satunya tanggapan itu muncul dari Dr H Mhd Syafii SH MH MSi, mantan Kepala Biro Keuangan Kantor Gubsu tahun 2011, mengatakan tidak akan hilang uang sebesar itu seandainya pengambilan dari Bank Sumut tidak dilakukan secara manual atau secara tunai, tetapi cukup melalui transfer online kepada rekening masing-masing penerima dari pegawai honorer yang bekerja di Pemprovsu.

Syafii yang mengaku ketika duduk sebagai Kabiro Keuangan Kantor Gubsu tahun 2011, pernah meraih Penghargaan Terbaik Nasional dalam pengelolaan keuangan daerah dengan memperoleh dana hibah sekitar Rp38, 8 miliar dari pemerintah pusat. Sangat heran dengan kejadian yang semestinya tidak perlu terjadi pada zaman yang sudah sangat maju dengan sistem informasi teknologi online komputer.

“Sebenarnya dengan sistem tarik tunai secara online yang berlaku di perbankan, termasuk Bank Sumut, kejadian-kejadian seperti uang hilang, salah hitung, dan lainnya sudah sangat mengurangi atau mencegah resiko-resiko seperti itu,” ungkapnya pada kesempatan menerima salah seorang siswa YP Islam Asy-Syafi’iyah International School Medan berhasil meraih juara tiga nasional untuk olahraga senam, Sabtu (14/9).

Syafii juga mempertanyakan alasan apa ASN M Aldi Budianto bersama honorer Indra Ginting mengambil tunai uang sebesar Rp1,6 miliar itu dan kemudian setelah tiba di kantor Gubsu tidak langsung membawanya ke kantor kerjanya tetapi ditinggal begitu saja dalam mobil tanpa pengamanan.

“Ada apa di balik itu semua. Kita meminta pihak kepolisian mengusut tuntas sampai terbongkar siapa pelaku dan sindikat di balik pencurian uang milik Pemprovsu tersebut,” ungkapnya yang mengaku akan maju dalam Pilkada Wali Kota Medan 2020 mendatang, namun belum terungkap partai politik yang mengusung.

Hilangnya uang itu, Syafii menyakini Kapolda Sumut, ‎Irjen Pol‎ ‎Agus Andrianto, bersama jajarannya akan berhasil mengungkap pelaku pencurian uang tersebut dan membongkar sindikat seandainya ada permainan di balik raibnya hilang milik Pemprovsu itu.

“Hilangnya uang milik Pemprovsu itu tidak terlepas dari kelalaian dan tanggungjawab Sekda Pemprovsu Hj Sabrina, kenapa stafnya dibiarkan mengambil uang tunai Rp1,6 miliar di bank sore hari. Dan lagi pula dibiarkan terletak dan terparkir di dalam mobil tanpa pengamanan,” pungkasnya. (wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Dosen UMA: Gubsu Benar-benar Peduli Warga

MEDAN, Waspada.co.id – Sikap dan kepedulian Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi terhadap warga Sumut ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.