Home / Medan / Ada Apa di Balik Polemik Revitalisasi Pasar Kampung Lalang
Godfried Effendi Lubis. (WOL Photo)

Ada Apa di Balik Polemik Revitalisasi Pasar Kampung Lalang

MEDAN, WOL – Anggota Komisi D DPRD Medan, Godfrid Effendi Lubis, menilai pemborong Pasar Kampung Lalang dan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (PKP2R) harus bertanggung jawab atas terlantarnya 732 pedagang pasca penggusuran revitalisasi Pasar Kampung Lalang tahun lalu.

Dikatakan, pada tahun 2016 lalu pihaknya sudah menganggarkan dana sebesar Rp26 miliar untuk revitalisasi Pasar Kampung Lalang untuk proyek pengerjaan tahun anggaran 2017. Bahkan, saat itu 20 persen Down Payment (DP) telah diberikan pada pemborong, PT Budi Mangun KSO. Namun, hingga kini pembangunan Pasar Kampung Lalang tak kunjung dikerjakan.

“Ini sudah salah. Anggaran sudah ada Rp26 miliar. Rp5,2 miliar telah diberikan sama pemborong sebagai DP. Tapi sampai sekarang tidak kunjung berjalan pembangunannya. Sisanya Tp21 miliar kan jadi Silpa. Ini dianggarkan lagi untuk tahun 2018 senilai Rp23 miliar. Jadi, gimana yang Rp5 miliar itu nasibnya? Ini harus dipertanggungjawabkan. Pemborongnya ini harus diselidiki dan dibawa ke ranah hukum,” tegasnya Selasa (5/12).

Lebih lanjut politisi Gerindra ini menambahkan, pengesahan anggaran Kebijakan Umum Anggaran Platfon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS), Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Kota Medan 2018 telah ditandatangani kemarin. Namun yang masih menjadi perhatian serius yakni kembali dianggarkannya revitalisasi Pasar Kampung Lalang sebesar Rp23 miliar.

“Baiklah itu Silpa Rp21 miliar. Lantas, bagaimana Rp5,2 miliar itu? Ini harus dipertanggungjawabkan. Harus diselidiki, ini kinerja dari pemborongnya sudah tidak benar,” ketusnya.

Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Medan kembali menjelaskan Selasa (12/12) depan, DPRD Medan akan mengadakan rapat lintas komisi dengan pihak Perkim, PD Pasar, Pedagang, Pemborong dan semua stakeholder yang berkaitan dengan Pasar Kampung Lalang.

“Pada rapat tersebut akan dibahas secara komprehensif, bagaimana alur kronologis masalah dan penyelesaian masalahnya,” pungkas Godfrid.(wol/mrz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Ketua DPRD: Wali Kota Harus Patuhi Aturan Soal Pasar Marelan

MEDAN, WOL – Ketua DPRD Medan, Henry Jhon Hutagalung, mengaku telah meneruskan hasil rekomendasi Komisi ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: