Breaking News
Home / Fokus Redaksi / 78 WNA China dan Taiwan Ditangkap Kasus Penipuan Belum Dideportasi
(WOL Photo/Ega Ibra)
(WOL Photo/Ega Ibra)

78 WNA China dan Taiwan Ditangkap Kasus Penipuan Belum Dideportasi

MEDAN, WOL – Sejumlah 78 Warga Negara Asing (WNA) China dan Taiwan yang diamankan tim Cyber Crime Polda Sumut atas dugaan penipuan dan pemerasan kemarin di Gudang Jalan Sultan Serdang, Gang Sopoyono, Desa Tegal Sari, Kelurahan Tanjung Morawa, Deliserdang, belum juga dideportasi.

Kasubbid Penerangan Masyarakat (Penmas) Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, Kamis (18/5), mengatakan hingga kini para Warga Negara Asing (WNA) itu masih diamankan di gedung tersebut. Meski begitu, tugas kepolisian sudah selesai dan selanjutnya urusan pihak kantor Imigrasi.

“Masih diamankan di dalam gudang itu. Tetapi, pekerjaan tim Cyber Crime sudah selesai. Selanjutnya itu urusan pihak kantor Imigrasi,” kata Nainggolan.

Sebab, sambung dia, untuk proses penyelidikan terhadap para WNA itu selanjutnya dilakukan Interpol dari Kepolisian Taiwan. “Korban penipuan yang dilakukan para WNA itu dari negaranya masing-masing. Uang dan transaksinya juga dilakukan disana, sehingga mereka dideportasi kembali ke negaranya masing-masing untuk menjalani proses hukum yang berlaku di Negara itu,” ujarnya.

Menurut Nainggolan, para WNA itu belum dideportasi kemungkinan karena berbagai factor termasuk pendataan ulang. “Mungkin masih ada yang perlu dipersiapkan mereka (Imigrasi) atau Kepolisian Taiwan itu atau karena ada factor lain. Tetapi intinya, dari pihak Polda Sumut sudah selesai,” ucapnya.

Ditanya mengenai identitas penyewa lahan dan gedung itu, Nainggolan mengaku tidak mengetahuinya. “Belum tau saya, semua sudah diserahkan ke Kepolisian Taiwan, bukan kita yang menangani perkaranya,” terangnya.

Sebelumnya, sejumlah 78 Warga Negara China dan Taiwan disergap tim Interpol Kepolisian Indonesia dan Kepolisian Taiwan di Jalan Sultan Serdang, Gang Sopoyono, Desa Tegal Sari, Kelurahan Tanjung Morawa, Deliserdang karena diduga telah melakukan penipuan dan pemerasan terhadap para pejabat di negaranya.

Untuk mengelabui para pejabat itu, pelaku menyamar sebagai jaksa, polisi, hakim atau lembaga hukum lainnya di negara itu. Kemudian menghubungi para korban dengan berpura-pura mengatakan anak pejabat itu terlibat narkoba. Lalu meminta sejumlah uang agar perkara yang menimpa anak pejabat tersebut tidak diproses secara hukum. Selain itu, ada juga yang menghubungi langsung pejabat di negaranya dengan tuduhan telah melakukan korupsi. Lalu, meminta sejumlah uang agar kasus korupisnya tidak diungkap.(wol/lvz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

WOL Photo/Ega Ibra

FKPPI Bakar Bendera Malaysia

MEDAN, WOL – Ratusan kader Forum Komunikasi Putra- Putri Purnawirawan TNI (FKPPI) 0201 Medan, berunjuk rasa di ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.