Breaking News
Home / Medan / 7 Oknum Sabhara Polrestabes Aniaya Warga
WOL Photo/Lihaves
WOL Photo/Lihaves

7 Oknum Sabhara Polrestabes Aniaya Warga

MEDAN, WOL – Aksi kekerasan oknum polisi terhadap warga sipil kembali terjadi. Kali ini Rudi (35) warga Pasar VII, Dusun VIII, Bandar Khalifah, Percut Sei Tuan, babak belur dikeroyok 7 oknum polisi seorang diantaranya berinisial SRB berpangkat Bripda yang bertugas di Sat Shabara Polrestabes Medan.

Akibat tindakan ala preman yang dipertontonkan aparat penegak hukum itu korban, Rudi mengalami luka memar di sekujur tubuh dan korban yang berprofesi sebagai pedagang ini terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Jalan Putri Hijau.

Kasusnya pun sudah dilaporkan keluarga korban ke Polrestrabes Medan, Sabtu (18/3) kemarin sesuai dengan Surat Tanda Terima Laporan Polisi Nomor STTPL/591/K/III/2017/SPKT/Restabes Medan yang diterima Kanit SPKT C, Iptu A Simbolon.

Ibu korban, Amoy (68) saat ditemui di rumahnya Jalan Kapten Jumhana Gang Tentram, Kelurahan Sukaramai II, Medan Area, Senin (20/3) menceritakan nasib yang dialami putranya terjadi pada Kamis (16/3) malam.

Kala itu sekitar pukul 23.00 WIB, korban terbangun dari tidurnya dan pergi keluar mau menutup pagar rumahnya. Namun tiba-tiba korban didatangi belasan petugas yang datang menumpangi mobil avanza dan dua unit sepeda motor.

Tanpa banyak tanya, seorang petugas menunjuk korban sambil berteriak ‘Itu orangnya.’ Seketika itu Rudi heran dan bertanya kenapa dirinya didatangi. Namun sejumlah petugas tak menghiraukan dan langsung menangkap dan menyeret Rudi sambil dipukul.

Korban pun dimasukkan ke dalam mobil Avanza dan dibawa keliling. Bukan itu saja sepeda motor milik korban juga dibawa petugas.

Di dalam mobil itu sebut Amoy, anaknya mengaku kembali dipukuli. Korban pun dibawa ke Mako Sat Shabara Polrestabes Medan Jalan Putri Hijau. Di sana korban kembali digebuki hingga seluruh tubuhnya memar dan kepalanya berdarah dan tak sadarkan diri.

“Begitu dapat laporan dari warga bahwa anakku dianiaya oknum Sat Shabara Polrestabes Medan. Aku terus datang ke kantor Sat Shabara. Mulanya mereka tidak mau menjumpakan aku dengan anakku. Tapi karena aku terus protes maka mereka akhirnya melepaskan anakku,” terangnya.

Malam itu juga dalam kondisi setengah sadar, korban dilarikan ke Rumah Sakit (Rumkit) yang berada di sampingi Mako Sat Shabara Polrestabes Medan.

Amoy mengaku dirinya tidak mengetahui secara pasti apa masalah anaknya (Rudi) ditangkap dan dipukuli. “Saya dan anakku tidak punya masalah hukum dan punya musuh,” ujarnya.

Sementara itu Kasat Shabara Polrestabes Medan, AKBP M Fadris, saat dihubungi mengaku belum mendapat laporan kalau ada anggotanya melakukan penganiaya. ”Saya belum dapat laporan, ada anggota melakukan penganiayaan,” pungkasnya.(wol/lvz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

WOL Photo/Mezut Ilham

3 Tahun Kepemimpinan Jokowi-JK, Ini Tuntutan Mahasiswa

MEDAN, WOL – Puluhan mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU), siang ini menggelar aksi unjuk rasa ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.