Breaking News
Home / Medan / 6 Koruptor Pengadaan Komputer Disidik Dairi Jalani Sidang Tuntutan
WOL Photo/Ilham
WOL Photo/Ilham

6 Koruptor Pengadaan Komputer Disidik Dairi Jalani Sidang Tuntutan

MEDAN, WOL – Enam orang terdakwa atas kasus korupsi pengadaan komputer di Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Dairi dalam sidang agenda tuntutan oleh Jaksa Penuntu Umum (JPU) dituntut 1 tahun 6 bulan penjara di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (19/10).

Adapun JPU dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Dairi menuntut enam terdakwa yakni Pasder Berutu selaku mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Dairi sekaligus Kuasa Pengguna Anggara (KPA) dan Wilfried Sianturi selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) hukuman 1 tahun dan 6 bulan kurangan penjara, denda Rp 50 juta subsider 2 bulan.

Lebih lanjut, dibacakan JPU Hendri Sipahutar, kemudian keempat terdakwa lainnya sebagai rekanan yakni, Melanton Purba selaku direktur CV Langit Biru, Holman Siringoringo selaku direktur CV Ruthani Mandiri, Arifin Lumban Gaol selaku wakil direktur CV Keke Lestari dan Cut Dian Meutia selaku direktur CV Hati Mulia, dituntut sama, kendati dikenakan Uang Pengganti (UP) sebesar Rp 100 juta dan diketahui UP tersebut sudah dititip di Kejari Dairi.

“Adapun seluruh terdakwa dikenakan Pasal 3 Jo Pasal 18 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” ucapnya kepada majelis hakim yang diketuai hakim Ahmad Sayuti SH MH.

Setelah mendengarkan semua tuntutan yang dibacakan oleh JPU, kemudian persidangan yang dilangsungkan di Ruang Cakra 2 Pengadilan Tipikor Medan ditutup Hakim Ketua Ahmad Sayuti dan akan dilanjutkan pada pekan depan dengan agenda pembelaan terdakwa.

Sebelumnya diberitakan, keenam terdakwa diketahui melakukan korupsi berdasarkan hasil pemeriksaan Tim Ahli Politeknik Negeri Medan, bahwa empat item pengadaan komputer tidak sesuai dengan sfesifikasi yang ada dalam kontrak. Ketika dilakukan audit oleh Akuntan Publik, diperoleh kerugian negara senilai Rp800 juta.

Perlu untuk diketahui,  korupsi anggaran pengadaan komputer tersebut senilai Rp2 miliar pada tahun anggaran 2011 yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pelaksanaan empat item proyek pengadaan komputer di berbagai sekolah di Kabupaten Dairi.

Selanjutnya, dalam perkara ini pun masih menyisakan satu orang tersangka lainnya yang hingga saat ini belum ditangkap dan dinyatakan Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Kejatisu yaitu Dian Kristina, berperan sebagai penghubung antara penyelenggaran proyek dengan rekanan. (wol/iam/data1)

Editor: Agus Utama

Check Also

WOL Photo/Ilham

Marga Kahiyang Ayu Dari ‘Boru Tulang’ Bobby

MEDAN, WOL – Setelah mengikuti serangkaian sidang adat yang dilangsungkan di kediaman paman Bobby, Doli ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.