Breaking News
Home / Medan / 4 Kepala Daerah Teken MoU Upaya Penyelamatan Ibu dan Bayi
WOL Photo
WOL Photo

4 Kepala Daerah Teken MoU Upaya Penyelamatan Ibu dan Bayi

MEDAN, WOL – Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, menandatangani Kesepakatan Bersama Lintas Batas Mebidangla (Medan, Binjai, Deli Serdang dan Langkat), Dalam Upaya Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir di Provinsi Sumatera Utara, di Aula Martabe Kantor Gubsu, Kamis (12/1).

Untuk Kota Binjai, penandatanganan kesepakatan bersama ini dilakukan Wali Kota Binjai, HM Idaham, Kabupaten Langkat diwakili Wakil Bupati Langkat, Sulistiano dan Kabupaten Deliserdang diwakili Sekda Langkat, Asrim Naim. Penandatangan kesepakatan ini disaksikan Gubsu, T Erry Nuradi.

Usai penandatanganan kesepakatan bersama ini, tugas keempat kepala daerah tersebut selanjutnya mengawal agar butir-butir dalam perjanjian itu dapat berjalan sesuai harapan agar tujuan untuk menyelamatkan para ibu dan bayi baru lahir dapat tercapai. Di samping itu Dinas Kesehatan keempat daerah harus bekerja serius dalam melaksanakan kesepakatan bersama tersebut.

Program kerja sama ini diprakarsai Pemerintah Provinsi Sumut bertujuan sebagai penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di wilayah Provinsi Sumut, terutama Mebidangla. Artinya, melalui kerja sama ini aksesibilitas, pemerataan dan peningkatan efektifitas pelayanan kesehatan akan meningkat dan rujukan akan dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat sesuai dengan Permenkes No.1 tahun 2012.

Dalam sambutan mewakili keempat kepala daerah yang melakukan penandatanganan kesepakatan bersama ini, Wali Kota mengungkapkan, salah satu tantangan yang dihadapi oleh Kota Medan dalam melakukan upaya penyelamatan ibu dan bayi baru lahir adalah kondisi geografis. Dimana Kota Medan berbatasan dengan Kabupaten Langkat dan berbatasan dengan Kota Binjai serta Kabupaten Deliserdang. Tentunya hal ini menyebabkan masyarakat Medan di daerah perbatasan dengan kedua kabupaten tersebut cenderung memilih pelayanan kesehatan di daerah perbatasan.

“Dengan Perjanjian ini nantinya akan sinkron data Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di wilayah Mebidangla, sebab selama ini banyak warga di luar Medan yang melahirkan di Medan dan meninggal maupun bayi yang baru lahir tidak diketahui. Padahal jika memiliki data yang konkrit tentunya pelayanan kesehatan bagi ibu dan bayi baru lahir akan lebih baik lagi,” tukas Eldin.

Sementara itu Gubernur Sumut, T Erry Nuradi, mengatakan membangun jejaring rujukan kegawatdaruratan ibu dan bayi baru lahir yang efektif, efesien dan berkeadilan merupakan salah satu komponen penting dalam upaya penurunan AKI dan AKB, khususnya di Provinsi Sumut melalui program Emas Sumut di wilayah Mebidangla.

Dengan penandatanganan kesepakatan bersama ini, Erry berharap masing-masing kepala daerah yang saling mengikat diri akan meningkatkan komunikasi, koordinasi dan memperjelas peran dan tanggung jawab serta alur rujukan diantara fasilitas serta menyediakan basis untuk mendorong akuntabilitas dalam memenuhi fasilitas kesehatan tersebut.

“Program Sumut Emas sebagai salah satu program kerjasama Kementerian Kesehatan RI dan USAID, dimana memfasilitasi terwujudnya satu perjanjian kerjasama jejaring rujukan kegawatdaruratan ibu dan bayi baru lahir antar fasilitas kesehatan lintas wilayah yang melibatkan 4 wilayah tersebut secara tertulis dan dapat dipertagungjawabkan,” pungkas Erry.(wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

WOL Photo

Poldasu Siap Amankan Ngunduh Mantu Putri Jokowi

MEDAN, WOL – Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Irjen Pol Paulus Waterpauw, menyatakan siap mengamankan ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.