Home / Medan / 200 IKM Binaan Disperindag Medan Didorong Gabung Bukalapak
Teks foto: Founder dan CEO Bukalapak, Achmad Zaky. (Foto: Eko Kurniawan)

200 IKM Binaan Disperindag Medan Didorong Gabung Bukalapak

MEDAN, Waspada.co.id – Founder dan CEO Bukalapak, Achmad Zaky, mendorong para pelaku Induatri Kecil Menengah (IKM) binaan Dinas Perdagangan Medan untuk bisa gabung di Bukalapak.

Pelaku UKM yang disebut pelapak dan sudah bergabung di Bukalapak mencapai 60.000, sedangkan pelapak aktif yang tergabung di Komunitas Bukalapak Medan sudah mencapai lebih 165.

Untuk di Medan perkembangan pelapak cukup signifikan. Bukalapak pertama kali munculkan Komunitas Bukalapak tahun 2015, dan hingga 2018 terus bermunculan pelapak-pelapak baru. Dalam 3 tahun terakhir jumlahnya naik 6 kali lipat.

“Kita memberikan kesempatan bagi UKM-UKM di Medan untuk bisa ekspor, istilahnya ke luar Medan,” ucapnya, Senin (13/8).

Secara nasional yang sudah bergabung di Bukalapak sebanyak 3,5 juta UKM. Jumlah pelapak di Medan dan sekitarnya 60.000. Kalau di Sumut, Medan terbesar, dan nasional, Medan masuk lima besar.

Ditambahkan Kepala Dinas Perdagangan Pemerintah Kota (Pemko) Medan, Syarif Armansyah Lubis mengatakan, kehadiran Bukalapak sangat membantu bagi pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dan konsumen. Sebab saat ini merupakan era digital.

“Sekarang sudah zaman digital. Masyarakat kalau mau belanja tidak perlu lagi datang ke toko, cukup buka aplikasi, seperti Bukalapak, barang apa saja ada dijual,” tuturnya.

Sejumlah 200 Industri Kecil Menengah (IKM) binaan Dinas Perdagangan Pemko Medan, dan diharapkan bisa bergabung di Bukalapak agar ke depannya lebih efisien dalam memasarkan produk.

“IKM beda dengan UKM. Nah, IKM itu Industri Kecil Menengah yang baru mau tumbuh, tetapi belum tahu kemana memasarkan barangnya. Kita anggarannya tidak ada, kalau dulu mungkin Pemko ada dana hibah, sekarang tidak ada lagi,” sebutnya.

Dengan keterbatasan, Syarif mencoba mencari CSR kepada pengusaha-pengusaha yang ada di Medan. Untuk IKM yang ada di Dinas Perdagangan Pemko Medan minimal harus punya izin halal, BPOM, dan juga harus punya rumah produksi, dan memproduksi barang.

“Di IKM kita tidak bisa beli barang orang dan dijual lagi. Tidak saya izinkan. Mereka harus betul-betul punya barang diproduksi sendiri,” ungkapnya.

Untuk kualitas produk yang dimiliki IKM Dinas Perdagangan Pemko Medan masih tergolong standar. Namun pihaknya sempat merasa bangga, karena salah satu produk IKM mereka berbentuk sepatu berbahan kulit serabut kelapa sempat dibeli oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto.

“Keunggulan kita belum ada, karena sekarang ini masih baru mau tumbuh. Ini harapan saya supaya mereka bisa bergabung di Bukalapak, supaya bisa dikenal orang lebih banyak lagi,” tukasnya.(wol/eko/data1)
Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Kapoldasu: Pengusaha UMKM Diperas Polisi Ternyata Kasus Lama

MEDAN, Waspada.co.id – Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw, mengungkapkan kasus para pengusaha Usaha Mikro ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: