Home / Medan / 2 Terdakwa Korupsi Bibit Karet Sidang Perdana
WOL Photo/Ilham

2 Terdakwa Korupsi Bibit Karet Sidang Perdana

MEDAN, WOL – Dua terdakwa kasus korupsi pengadaan bibit karet Okulasi PB 260 di Dinas Pertanian Kabupaten Nias, jalani sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan, Senin (12/3).

Adapun kedua terdakwa yakni Dodi Triaman Berkat Mendrofa selaku Wakil Direktur II CV. Nodela Solai dan Kurniel Disaron Zendrato selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) didakwa melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama (berkas terpisah).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yus Iman M. Harefa SH MH, menyebutkan dalam surat dakwaannya bahwa pada proyek pengadaan bibit tersebut memiliki pagu anggaran senilai Rp2 miliar bersumber dari APBD Nias Tahun 2016 serta ditemukan adanya kerugian negara sebesar Rp589 juta.

“Bahwa perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam Pasal 2 atau Pasal 3 Jo Pasal 18 Ayat (1) huruf b, Ayat (2), (3) UU RI No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1e KUHPidana,” ucapnya di persidangan yang berlangsung di Ruang Cakra IX Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Selanjutnya, JPU juga menyebutkan Dodi dan Kurniel telah bersama-sama melakukan permufakatan dalam melakukan tindak pidana korupsi, dengan tidak menyediakan bibit karet bersertifikat sebanyak 123.000 batang sesuai dengan perjanjian.

“Dari 123.000 batang bibit karet okulasi PB 260 yang telah disepakati dalam perjanjian, terdakwa hanya menyediakan 120.000 batang bibit karet okulasi PB 260 yang bersertifikat. Dari situ dapat diketahui bahwa nilai kerugian negara ada pada angka Rp589 juta, dengan perhitungan nilai yang dibayar dikurangkan dengan nilai yang terealisasi atas jasa PPK Kurniel, terdakwa Dodi memberikan imbalan sebesar Rp10 juta,” ujarnya.

Usai mendengarkan dakwaan, kemudian majelis hakim Tipikor yang diketuai Sri Wahyuni SH MH, menunda persidangan dan dilanjutkan pada pekan depan dengan agenda esepsi atau nota keberatan dari terdakwa.(wol/ham/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Dongkrak Perekonomian, Bekraf Gandeng Penggiat Kuliner di Medan

MEDAN, Waspada.co.id – Meningkatkan peran subsektor kuliner dalam mendongkrak perekonomian Indonesia, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) kembali gandeng ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: