_
Home / Medan / 2 Terdakwa Korupsi Alkes RSUD Pringadi Tertunduk Dengarkan Vonis
WOL Photo/Ilham

2 Terdakwa Korupsi Alkes RSUD Pringadi Tertunduk Dengarkan Vonis

MEDAN, WOL – Dua orang terdakwa kasus korupsi pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pringadi Medan Tahun Anggaran (TA) 2012 hanya bisa tertunduk saat mendengarkan vonis mejalis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan, Kamis (1/2).

Majelis hakim yang diketuai Wahyu Prasetyo Wibowo menjatuhi terdakwa mantan Wakil Direktur (Wadir) Bidang Administrasi RSUD Pringadi, M Yasin Sidabutar, dengan pidana penjara selama 1 tahun serta mantan Kasubbag, Sukartik dengan kurungan penjara 1 tahun 2 bulan. Selain itu, keduanya juga dikenakan denda Rp50 juta subsider 1 bulan.

“Keduanya terbukti dan meyakinkan telah melakukan Tindak Pidana Korupsi secara bersama-sama sebagaimana di atur dalam dakwaan subsider Pasal 3 ayat (1) jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana,” ucapnya di persidangan yang berlangsung di Ruang Kartika, Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Selanjutnya, usai mendengarkan putusan kedua terdakwa melalui penasehat hukumnya menyatakan terima dengan vonis tersebut. Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum menyatakan pikir-pikir kepada majelis hakim.

Sebelumnya, kedua terdakwa dituntut JPU, Netty Silaen, dengan hukuman pidana kurungan penjara selama 1 tahun 6 bulan pada persidangan agenda tuntutan, Rabu (17/1) lalu.

Sebelumnya, dalam dakwaan bahwa Direktur RSUD Pirngadi Medan, Amran Lubis selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) menandatangani untuk program pembinaan upaya kesehatan sebesar Rp5 miliar, tepatnya pada (5/8/2012) silam.

Selanjutnya, melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negera (APBN) Tahun 2012, RSUD Pringadi mendapat dana untuk pengadaan Alkes senilai Rp4.955.000.000 yang tertuang dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA).

Kemudian, berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sumut, menemukan adanya kerugian negara sebesar Rp1.170.228.000.(wol/iam)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Kuasa Hukum Bastian Colia Ajukan PK Soal Sengketa Lahan di Jalan Timor

MEDAN, Waspada.co.id – Tim Advokat PBHI Sumut meminta peninjauan kembali (PK) terhadap putusan Pengadilan Negeri ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.