_
Home / Medan / 2 Bandar Narkoba Ditembak Mati Sudah 7 Tahun ‘Main’
WOL Photo/Ega Ibra

2 Bandar Narkoba Ditembak Mati Sudah 7 Tahun ‘Main’

MEDAN, WOL – Direktur Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri, Brigjen Eko Danianto, mengungkapkan dua bandar narkoba bernama Husni dan Azhari alias AI jaringan Malaysia yang ditembak mati sudah tujuh tahun mengedarkan sabu dan ekstasi.

Bahkan dari hasil bisnis haramnya, tersangka Husni sudah memiliki beberapa aset seperti rumah mewah dan empat unit kendaraan bernilai milliaran rupiah.

“Dari hasil pemeriksaan kedua tersangka yang ditembak mati sudah tujuh tahun menjalani peredaran narkoba,” ungkapnya didampingi Waka Poldasu, Agus Andrianto di RS Bhayangkara Poldasu, Kamis (23/3).

Eko menyebutkan, penangkapan terhadap kedua tersangka berdasarkan hasil pengembangan yang dilakukan Tim Dit Narkoba Bareskrim jaringan internasional di ruko mewah Sedayu Squre Blok K/51 Kamal Kapuk dan pengembangan di Bogor dengan menangkap tersangka Munizar selaku pengendali di Jakarta.

Dari keterangan Munizar yang sebelummya telah diamankan, mengatakan kalau narkoba didapat dari tersangka Husni yang berada di Kota Medan. Mendapat pengakuan itu, Unit Narkoba Bareskrim Polri melakukan koordinasi dengan Polda Sumut. Alhasil lebih kurang dua bulan melakukan pengintaian, petugas menangkap Husni dan Azhari alias AI di dua lokasi terpisah, yakni Komplek Pondok Surya dan Azhari alias Al diamankan di Aceh Tamiang.

Tak sampai di situ, lanjut dikatakan Eko, untuk mendapatkan cukup bukti petugas membagi dua tim. Dimana tim pertama melakukan pengembangan terhadap tersangka Husni karena diduga menyimpan narkotika di daerah Kota Binjai. Kemudian tim kedua dilakukan pengembangan terhadap tersangka Azhari Al karena diduga masih menyimpan senjata api dan narkotika untuk menunjukkan lokasi penyimpanan narkotika dari Malaysia di wilayah Pangkalan Brandan.

“Namun sayang, saat keduanya hendak dibawa untuk melakukan pengembangan, mereka melakukan perlawanan dan akhirnya petugas terpaksa menembak mati bandar narkoba kelas kakap tersebut,” tukasnya.

Disinggung mengenai peran kedua tersangka, Eko menuturkan untuk tersangka Husni berperan sebagai sindikat jaringan peredaran narkoba Malaysia, Aceh, Medan dan Jakarta. Sedangkan tersangka Azhari berperan sebagai koordinator peredaran narkoba.

Dalam penangkapan ini, barang bukti yang diamankan berupa 6,5 Kg sabu, pil ekstasi 190 ribu butir dan pil happy five 50 ribu butir, 1 pucuk senjata api AK-47, 1 pucuk senjata api Revolver SMW, 250 butir peluru kaliber 5,6 mm, 1 pisau komando, dan 5 unit kendaraan mewah, yakni 1 unit new Toyota Harier, 1 unit Mitshubishi Pajero Sport, 1 unit Mitshubishi Outlander, 1 unit Honda Jazz dan 1 unit sepeda motor Harley Davidson.

Tidak itu saja, petugas juga menyita puluhan buku rekening berbagai bank milik tersangka Husni yang diduga terlibat tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Menariknya untuk tersangka Husni menempatkan sejumlah bernilai milliaran rupiah hasil peredaran narkoba di beberapa rekening isteri dan saudara,” pungkasnya. (wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

适适

Check Also

Coba Tabrak Polisi, Pemilik Sabu 15 Kg Ditembak Mati

MEDAN, Waspada.co.id – Sat Res Narkoba Polrestabes Medan mengungkap peredaran narkoba jaringan internasional Malaysia, Aceh, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.