Newsticker
WOL / Komunitas / Labuhanbatu Percepat Pembudayaan Literasi
Istimewa
Istimewa

Labuhanbatu Percepat Pembudayaan Literasi

MEDAN, WOL– Sebelum Kemendikbud meluncurkan program Gerakan Literasi Sekolah (GLS), Labuhanbatu didukung USAID PRIORITAS terlebih dulu melaksanakan program budaya baca.

Pada 20 Mei 2015 lalu, Labuhanbatu mendeklarasikan gerakan budaya baca yang melibatkan 5000 siswa. Dengan deklarasi tersebut, maka Labuhanbatu menjadi kabupaten literasi pertama di Sumatera Utara (Sumut).

“Melalui surat edaran Bupati Labuhanbatu, seluruh sekolah telah menerapkan kegiatan membaca 15 menit sebelum dan sesudah pembelajaran. Ini kami lakukan sebelum Permendikbud No.23 tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti dicanangkan oleh Kemendikbud,” terang Kadis Pendidikan Labuhanbatu, Sarimpunan Ritonga, di Medan, Kamis (10/11).

Sarimpunan mengatakan Disdik Labuhanbatu sedang mempersiapkan program percepatan pembudayaan literasi. Program percepatan ini merupakan arahan Bupati Labuhanbatu untuk mempertajam gerakan literasi. Diakui, Disdik sedang merumuskan target-target baru sebagai indikator keberhasilan. Dijadwalkan program ini akan diluncurkan oleh Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap pada 29 November 2016 di GOR Rantauprapat.

“Salah satu target kami pasca deklarasi nanti, setiap tingkatan sekolah memiliki angka ketuntasan membaca buku. Di tingkat SD/MI siswa diwajibkan tuntas membaca 6 buku, SMP/MTs 12 buku dan SMA/SMK/MA sebanyak 18 buku. Begitu juga degan gurunya diwajibkan tuntas membaca buku,” tambahnya.

Selain target tuntas membaca buku, pihaknya juga mencanangkan program pengadaan buku dan pembangunan perpustakaan sekolah. Nantinya, 50 ribu buku akan dipasok ke sekolah-sekolah setiap tahunnya.

“Kita berharap anak-anak kita bisa membaca satu buku baru setiap tahunnya. Kita juga menargetkan 90 persen sekolah telah memiliki perpustakaan pada akhir tahun 2020,” tukasnya.

Koordinator Provinsi USAID PRIORITAS Sumut, Agus Marwan, mengatakan Labuhanbatu bersama Serdang Bedagai (Sergai) telah dinominasikan oleh Kemendikbud sebagai daerah percontohan literasi nasional. Labuhanbatu dinominasikan karena konsisten menerapkan program literasi.

Gerakan literasi lahir karena rendahnya budaya membaca di Indonesia. Studi UNESCO tahun 2011 menyatakan hanya satu dari 1000 orang yang minat baca. Berarti di antara 250 juta penduduk Indonesia, hanya 250 ribu suka membaca.

Dalam daftar The World’s Most Literate Nations tahun 2016, Indonesia berada di urutan 60 dari 61 negara. Indonesia hanya satu tingkat lebih baik dari Botswana yang merupakan negara kecil di Afrika. (sari/rls/data1)

Baca Juga

foto: bintang

Nikah Siri Dengan Raffi, Ayu Ting Ting Senyum Cantik

JAKARTA, WOL – Dalam dua tahun terakhir ini, Ayu Ting Ting diberitakan menjadi orang ketiga ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.