Home / Komunitas / Kendo, Olahraga Saling Pukul Tanpa Melukai
foto: Waspada

Kendo, Olahraga Saling Pukul Tanpa Melukai

MEDAN, WOL – Kendo, olahraga asal Jepang ini memang sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia, khususnya di Kota Medan. Ini pun ditegaskan dengan berdirinya Persada Medan Kendo Club (PMKC) sejak Oktober 2008.

Ketua PMKC, M Sarwo Edi, mengaku sejarah munculnya olahraga ini di Medan diawali adanya keinginan seorang staf di Konsulat Jenderal Jepang, Keiji Hiyoshi, mendirikan kendo di Sumatera Utara. Disebutkan, PMKC ini adalah satu-satunya klub kendo di Sumut serta berada di bawah IKA (Indonesia Kendo Association).

Dikatakan, olahraga yang satu ini memang terbilang unik maka tak heran bila masyarakat Medan kini mulai menggelutinya. Meski tergolong olahraga beladiri, kendo tidak terlalu menunjukkan kekerasan.

“Bagi saya, ini olahraga yang menarik. Meski saling memukul, kendo tidak melukai. Karena inti dari olahraga ini mampu mengontrol emosi, jadi memang tidak ada sama sekali niat melukai,” terangnya baru-baru ini.

Sejauh ini menurutnya respon masyarakat untuk menggeluti kendo terbilang cukup positif. Anggota PMKC saat ini berjumlah 25 orang dan biasanya setiap tahun ada penambahan. Sarwo menambahkan kendo adalah seni beladiri modern dari Jepang yang menggunakan pedang. Secara harfiah, kata kendo berasal dari kata ken yang artinya pedang dan do artinya jalan.

“Jadi, arti kendo secara keseluruhan adalah olahraga yang menggunakan pedang dengan gaya jalan yang khas. Kendo memiliki nilai disiplin, etika, dan sikap. Secara tak langsung, berlatih kendo mengajarkan cara menjaga sikap disiplin tinggi dan etika,” tambahnya.

Dalam Kendo, ada beberapa hal yang menjadi nilai dasar Kendo yaitu Ki artinya semangat, Ken artinya pedang, dan Tay adalah postur tubuh menyerang. Dalam tingkatan Kendo, Q 9 adalah tingkat paling rendah dan Q1 paling tinggi. Namun ujian kenaikan tingkat harus mengikuti ujian di Jakarta.

“Karena klub di Medan dan Pulau Sumatera ini hanya satu-satunya, maka ujian kenaikan tingkat harus di Jakarta. Di sana, pusat Kendo Indonesia bernama Indonesia Kendo Association (IKA),” ucapnya.

Untuk agenda PMKC, anggota rutin latihan di Dojo Kendo, Jalan Dr Mansyur No  setiap Rabu dan Jumat pukul 17.00-20.30 WIB. Bagi anggota dikenakan biaya Rp150 ribu ditambah iuran bulanan Rp50 ribu (umum) dan Rp25 ribu (mahasiswa).(wol/aa/waspada/data2)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL

Check Also

Tertarik Menjadi Pawang, Putri Winda Sari Sebut Gajah Hewan Cerdas

MEDAN, WOL – Tertarik menjadi mahout atau pawang, Putri Winda Sari dara cantik asal Kisaran, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: