Breaking News
Home / Komunitas / Cara RCM Lebih Dekat Dengan ABK
WOL Photo
WOL Photo

Cara RCM Lebih Dekat Dengan ABK

MEDAN, WOL – Di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat saat ini, tidak sedikit merasa kurang nyaman bila harus berdekatan dengan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Padahal seperti anak umumnya, anak berkebutuhan khusus tersebut juga memerlukan perhatian dan motivasi dari orang-orang yang berada di sekitarnya.

Namun tidak dipungkiri pula, bila masih banyak orang yang justru menganggap ABK perlu untuk diberikan perhatian serta motivasi khusus ketimbang anak normal pada umumnya. Hal ini seperti dilakukan segelintir orang yang bergabung di Komunitas Rumah Ceria Medan (RCM).

Ketua RCM, Yuli Yanika, menjelaskan komunitas RCM dibentuk untuk menjadi wadah pendidikan non formal bagi anak-anak berkebutuhan khusus yang kurang mampu. Dan sistem pendidikannya dibuat secara inklusi (mencampurkan anak berkebutuhan khusus dengan anak lainnya).

“Alasan dibentuknya, karena pada tahun 2013 lalu kami prihatin dengan beberapa anak berkebutuhan khusus di lingkungan rumah saya yang tidak mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Makanya saya dan beberapa teman merasa tergerak membuat komunitas ini,” terang cewek yang akrab disapa Uye baru-baru ini.

Dikatakan, karena perlakukan yang tidak sesuai, faktanya anak berkebutuhan khusus  akhirnya diklaim sebagai anak yang bodoh, gila dan banyak mendapatkan diskriminasi dari masyarakat yang sebenarnya tidak mengetahui gangguan pada anak-anak tersebut.

“RCM juga dibangun agar masyarakat nantinya akan bisa memahami secara perlahan dan bisa menerima anak berkebutuhan khusus ini. Komunitas ini juga dibangun untuk menepis semua pandangan negatif masyarakat terhadap ABK,” tegasnya.

Lanjut Uye, sejauh ini RCM memiliki sejumlah program di antaranya Teraphy yang dilakukan dua hingga tiga kali dalam seminggu. Dan sanggar umum setiap hari Sabtu, mulai pukul 15.00 hingga 17.00 WIB.

“Teraphy adalah treatment untuk membantu ABK. Contohnya bila ada ABK yang diagnosisnya mental retardation atau mengalami gangguan dalam berbicara, maka kami bantu untuk terapi bicara serta lainnya,” tuturnya.

Sejauh ini, kata Uye, ada 12 relawan dan seorang psikologi yang bergabung di komunitas ini. Disebutkan, mereka masih membuka diri bagi peminat. Caranya datang ke sekretariat di Jalan Bunga Cempaka 7 No. 41 Padang Bulan dengan membawa CV dan surat menjadi relawan.(wol/sari/wsp/data1)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL

Check Also

WOL Photo/Ilham

Aksi Kepedulian Terhadap Palestina Menggema di Medan

MEDAN, WOL – Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang menyatakan Yerusalem adalah ibukota ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.