Jurnal Puteri Indonesia


Friday, 07 October 2011 23:50    PDF Print E-mail
Perwakilan Jawa Tengah jadi Puteri Indonesia 2011
Ragam
WASPADA ONLINE

JAKARTA - Maria Selena dari Jawa Tengah dinobatkan menjadi Puteri Indonesia 2011, ditandai penyematan mahkota emas putuh berlapis batuan alam dan mutiara oleh Puteri Indonesia 2010, Nadine Alexandra Dewi, di Jakarta, malam ini.

Selena unggul atas 37 finalis lain dari 33 provinsi di Indonesia setelah melalui 10 hari masa karantina sebagai masa pembekalan dan penilaian berdasarkan "beauty, brain and behavior".

Sementara Liza Elly Purnama dari Jawa Timur menjadi Putri Indonesia Lingkungan (runner-up 1) dan Andri Tentri Gusti Hanum Natasha dari Sulawesi Selatan meraih Puteri Indonesia Pariwisata (runner-up 2) sekaligus menjadi Puteri Indonesia Favorit berdasarkan jajak pendapat sms dan juga mendapat gelar Puteri Berbakat.

Penyematan mahkota juga itu disaksikan oleh Miss Universe 2011 asal Angola, Leila Lopes, yang di atas panggung menyatakan bahwa ia kagum dengan kebudayaan Indonesia. Selena menjawab dengan lugas pertanyaan akhir dari 11 juri dengan ketua General Manager PT Mustika Ratu, Amir Husein, mengenai hal apa yang mendukungnya sehingga dapat menjadi dirinya yang sekarang.

"Saya mensyukuri yang terjadi dalam hidup, kegagalan mengajarkan arti keberhasilan kepada saya sehingga pelajaran setiap hari membuat saya dapat mengerti mengenai hidup yang lebih berharga," katanya selama 60 detik di panggung.

Usai mendapat mahkota, mahasiswi jurusan manajemen bisnis ITB itu mengatakan dia ingin berkontribusi bagi masyarakat di bidang sosial. "Saya bersyukur atas kemenangan saya dan ingin berkontribusi bagi masyarakat di bidang sosial. Mungkin saya harus menunda kuliah tapi saya berani mengambil resiko itu karena kemenangan ini adalah awal langkah saya, namun saya belum terpikir untuk berkarir menjadi model," ucap gadis yang juga atlit basket tersebut.

Puteri Indonesia 1, runner-up 1 serta runner-up 2 berhak untuk mencoba ajang internasional masing-masing Miss Universe, Miss International dan Asia Pasific 2012 serta mendapat berbagai hadiah dari sponsor misalnya mobil, rumah dinas, beasiswa, pakaian, sepatu dan hadiah lain.

Busana para finalis adalah gaun malam rancangan Hian Tjen, Imelda Kartini, Albert Yanuar, Barly Asmara, serta kebaya dari Intan Avantie dan Anne Avantie.

Meminjam lagu Beautiful yang dinyanyikan girlband Cherrybells pada acara tersebut dengan syair "kamu cantik apa adanya, sadari, syukuri dirimu sempurna", ajang Puteri Indonesia tetap membawa keceriaan bagi perempuan Indonesia,setidaknya hal itu terlihat dari senyum yang tersungging di wajah 38 finalis sepanjang acara.
(dat03/wol/antara)

 
Friday, 07 October 2011 23:46    PDF Print E-mail
Puteri Sumut masuk 5 Besar
Ragam
IMANIURI SILABAN
Asisten Pemimpin Redaksi
WASPADA ONLINE


MEDAN – Malam Grand Final Pemilihan Puteri Indonesia 2011 yang digelar di Plennary Hall, Jakarta Convention Centre, malam ini memberikan kebanggaan kepada Sabrina Chairunnisa, finalis asal Sumatera Utara. Perempuan yang lahir pada 19 November 1992 ini berhasil terpilih menjadi 5 besar Puteri Indonesia 2011.

Selain Sabrina, empat finalis lainnya adalah Maria Selena, asal Jawa Tengah, Andi Tenru Gusti Hanum Utari Natassa, asal Sulawesi Selatan, Dinda Rizki Hutari, asal D.I Yogyakarta, dan Liza Elly Purnamasari, dari Jawa Timur. Para finalis ini langsung mendapatkan tepuk tangan meriah dari penonton.

Mahasiswa Fakultas Design Komunikasi Visual Universitas Trisakti ini menargerkan terpilih keluar sebagai pemenang Puteri Indonesia 2011. Hal ini disampaikan saudara sepupunya, Dody. “Keluarga pastinya berharap menjadi juara. Tentunya kami senang dia berhasil masuk ke lima besar,” tuturnya kepada Waspada Online, malam ini.

Tak dapat dipungkiri, malam final ini merupakan malam yang sangat ditunggu-tunggu oleh semua finalis, termasuk Sabrina. Hal ini tampak seperti yang dituliskannya pada akun twitter miliknya hari ini. “Ya Allah..jangan biarkan sedetikpun aku terlepas dr Ridho&perlindunganMu.Berkahi hamba ya Allah.. Hamba yakin semua yg terbaik adl rencanamu”

Dalam salah satu wawancaranya, Sabrina mengaku terpikir untuk mengikuti ajang pemilihan Puteri Indonesia sejak kecil. “Kalau tidak salah aku pertama kali ingin ikut Puteri Indonesia itu tahun 2004 waktu itu pemenangnya Artika Sari Devi. Saya masih SD kelas 6 ketika itu, melihat 3B (brain, beauty, behavior, red) yang mereka miliki, secara tidak langsung saya saat itu termotivasi untuk mengikuti ajang Puteri Indonesia ketika dewasa kelak,” ucapnya seperti yang dilansir indopeageants.com

Jejaring sosial juga menjadi alternatif memberi dukungan kepada perempuan yang memiliki tinggi abdan 173 cm dan berat 51 kg. seperti yang dituliskan oleh @lydiaa21: Ayo yg d sumatera utara,dukung terus teman kita SabrinaChairunnisa @SabrinaChaa di ajang Pemilihan Puteri Indonesia 2011..terimakasih :)

Meskipun tidak lolos ke posisi 3 besar, namun Sabrina dinilai berhasil, seperti yang dituturkan akun @dedy_ardiansyah: “salut untuk @SabrinaChaa. perjuanganmu sungguh luar biasa, meski gagal lolos ke 3 besar.”

Pada tahun ini, terdapat 38 orang finalis yang memperebutkan predikat perempuan tercantik di Indonesia ini. Dari jumlah ini, para kontestan dipilih menjadi 10 besar. Mereka akan mendapat pertanyaan dari para juri yang akan menentukan siapa yang akan masuk dalam 5 besar.

Setelah lima besar, mereka akan kembali dirampingkan menjadi tiga besar. Barulah akan diketahui siapa pemenang Puteri Indonesia 2011. Acara Grand Final Puteri Indonesia 2011 ini dihadiri juga oleh Miss Universe 2011, Leila Lopes dari Angola.
(dat03/wol/indopeageants)
 
Friday, 07 October 2011 23:05    PDF Print E-mail
Puteri Sulsel raih tiga gelar
Ragam
WASPADA ONLINE

JAKARTA - Meski baru tiga besar, Andi Tenri Natassa, finalis Pemilihan Puteri Indonesia (PPI) asal Sulawesi Selatan memastikan diri meraih tiga gelar Puteri.Dua gelar yang sudah pasti dalam genggamannya adalah Puteri Indonesia Favorit setelah mendapatkan dukungan SMS dari masyarakat Indonesia terbanyak dan juga Puteri Intelegensia yang ditentukan selama menjalani masa karantina.

Sementara predikat puteri yang satunya masih belum bisa ditentukan, namun dipastikan salah satu dari Puteri Indonesia 2011 jika menjadi pemenang pertama, Puteri Indonesia Lingkungan jika meraih runner up 1, atau Puteri Pariwisata jika meraih runner up 2.

Natassa masuk dalam tiga besar mampu menjawab dengan tenang pertanyaan yang diajukan Erwin Aksa yang kebetulan asal Sulawesi Selatan tentang pendapatnya mengenai pelajaran sejarah membosankan?

"Sejarah penting karena dari sejarah kesalahan yang kita buat akan baik masa sekarang," jawab Natassa.
(dat03/wol/tribun)

 
Saturday, 10 September 2011 09:09    PDF Print E-mail
Puteri Sumut: Anak muda Medan jangan 'let it flow'
Ragam

ANGGRAINI LUBIS
WASPADA ONLINE

MEDAN - Sabrina Chairunnisa, perwakilan Sumatera Utara untuk Puteri Indonesia 2011, sangat terdorong untuk memajukan masyarakat Medan. Keprihatinan Sabrina terdorong karena merasa masyarakat daerahnya itu perlu mempersiapkan mental untuk bisa maju.

Puteri Sumatera Utara (Sumut) 2011 ini yang kuliah di Universitas Trisakti di Jakarta, sadar bahwa masyarakat di Medan pasti ingin kota ini lebih berkembang dan bukan hanya sekedar wacana. "Karena sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia, Medan masih jauh dari harapan kita," kata Sabrina kepada Waspada Online, hari ini.

Sabrina berpendapat, untuk masyarakat kota kelahirannya bisa bersaing dengan kota besar lain, harus berani untuk belajar dari orang lain. Dalam hal ini, Sabrina mengaku sengaja berilmu di Jakarta sekaligus belajar gaya hidup dan pola pemikiran masyarakat yang tinggal di Jakarta. "Itulah salah satu alasan kenapa saya memilih untuk kuliah di Jakarta. Saya belajar dan curi ilmu di Jakarta supaya saya bisa kembali ke daerah sendiri dan terapkan langsung apa yang didapatkan di luar sana," terangnya.

Ditanya apakah kemajuan Medan tergantung pada pemimpinnya, Sabrina mengatakan "tidak." Karena, menurut dara Scorpio ini, yang terpenting adalah masyarakatnya, warganya. "Sehebat apapun walikota, kalau masyarakatnya belum siap akan percuma saja. Saya rasa sudah saatnya mental itu diperkuat, khususnya bagi anak-anak muda usia saya. Sehebat dan sepintar apapun pemimpin, kalau ngga ada kesiapan dari masyarakatnya, kayaknya impossible."

Terkadang Sabrina menyayangkan kenapa di zaman sekarang, khususnya di Medan, banyak diantara kawula mudanya berpola hidup 'let it flow'. "Ini saya kurang setuju. Let it flow yang saya maksud adalah banyak banget kawula muda zaman sekarang yang berfikiran ya jalanin aja hidup ini, enjoy aja setiap hari," ceritanya.

Sabrina berprinsip bahwa hidup tidak bisa dianggap sepele. Setelah lulus SMA, Sabrina sadar betul bahwa tujuan hidup ke depan adalah bagaimana kita bisa menghasilkan uang. "Itu bener banget, tapi tidak hanya sampai disitu saja."

Dicontohkan Sabrina, dirinya lahir dari ayah dan ibu seorang pegawai swasta, tapi sangat berjuang keras untuk anak-anaknya. Ketika mulai SMA kelas 2, Sabrina mulai sadar dan berfikir, apa yang bisa Sabrina berikan untuk orang tuanya kelak? Apakah sama seperti mental kebanyakan orang-orang yang ada saat ini? "Lulus sekolah, kuliah dan kerja untuk mendapatkan uang. Saya kira tidak segampang itu. Kita harus bisa memberikan dampak yang berarti bagi daerah asal kita," kata Sabrina.
(dat03/wol)
   


 
Saturday, 10 September 2011 02:22    PDF Print E-mail
Sabrina: Masyarakat banyak yang belum kenal dengan budaya Sumut
Ragam
ANGGRAINI LUBIS
WASPADA ONLINE

MEDAN - Masa karantina kerap dianggap ‘kurang penting’ bagi peserta pemilihan Puteri Indonesia. Baik Raline Shah maupun Nabila Azhar pernah mengatakan, meski terkesan seperti "kurang penting", justru masa-masa karantina inilah yang menjadi faktor utama yang menentukan tinggi rendahnya poin seorang calon Puteri Indonesia.

Hal ini pun disadari Sabrina Chairunnisa, yang akan mewakili Sumatera Utara dalam ajang Puteri Indonesia 2011, 7 Oktober mendatang. “Saya sudah menyiapkan diri dengan belajar mengenai budaya maupun umum. Saya juga sadar perilaku saya saat dikarantina menjadi penilaian bagi juri,” katanya kepada Waspada Online tadi malam.

Dalam bidang budaya, mahasiswi semester tiga Desain Komunikasi Visual di Universitas Trisakti Jakarta ini akan mengangkat budaya Simalungun saat masa penilaian Puteri Indonesia 2011 nanti. Mengapa memilih Simalungun? Sabrina mengatakan bahwa ia hanya ingin menunjukkan bahwa Sumut memiliki banyak kebudayaan, bukan hanya Batak dan Melayu.

“Batak pun kan banyak budayanya, bukan seperti yang dikenal masyarakat umum. Masyarakat harus lebih banyak kenal tentang budaya Sumut, dan budaya kita ini banyak sekali yang masih perlu dipromosikan ke dunia,” katanya.
(dat03/wol)

 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »


Page 1 of 23