Thursday, 06 September 2007 17:05    PDF Print E-mail
40 Persen APBN Habis Untuk Subsidi Dan Bayar Utang
Warta
40 Persen Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (APBN) habis digunakan untuk subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan membayar cicilan utang beserta bunganya. "Sekitar 40 persen anggaran habis, yakni Rp100 trilun untuk subsidi BBM, kemudian bayar cicilan dan bunga utang, total hampir Rp300 triliun. Itu 40 persen, larinya kesitu," kata Wapres M Jusuf Kalla saat berdialog dengan para pengusaha pada Orientasi Pengusaha Nasional di Jakarta, Rabu (5/9). Jakarta, WASPADA Online

40 Persen Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (APBN) habis digunakan untuk subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan membayar cicilan utang beserta bunganya. "Sekitar 40 persen anggaran habis, yakni Rp100 trilun untuk subsidi BBM, kemudian bayar cicilan dan bunga utang, total hampir Rp300 triliun. Itu 40 persen, larinya kesitu," kata Wapres M Jusuf Kalla saat berdialog dengan para pengusaha pada Orientasi Pengusaha Nasional di Jakarta, Rabu (5/9).

Oleh karena itu, tambahnya, pemerintah mengambil kebijakan agar subsidi BBM bisa dikurangi. Salah satunya dengan kebijakan konversi minyak tanah ke gas LPG. Namun, kebijakan yang bermaksud baik tersebut, tetap saja mendapatkan reaksi dan protes keras dari masyarakat. Meskipun demikian, Wapres menegaskan kebijakan konversi tersebut tetap akan dijalankan dan tidak boleh berhenti hanya karena banyaknya demo.

"Tapi namanya bangsa ini, apapun kebijakan yang diambil selalu saja salah. Subsidi tinggi, salah, subsidi dikurangi salah. Tapi pemerintah melihat itu hanya pandangan, jadi tetap jalan," kata Wapres. Wapres mengakui bahwa jika ingin maju, bangsa Indonesia harus mampu mengatasi semua kendala yang ada. Kendala seperti bayar cicilan utang, tambah Wapres harus tetap dihadapi. Karena itu, tambahnya dalam pemerintahan saat ini anggaran mulai diubah.  (ant)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment