Tuesday, 25 November 2008 00:01    PDF Print E-mail
Mengenang Nenek tercinta
Ragam - Pena Pemred
AVIAN E TUMENGKOL

Meski sudah sembilan tahun tiada, suara bathin tak pernah kosong. Akan selalu diisi dengan kenangan Nenek yang selama masa kecil memberikan pendidikan dan pengetahuan yang tak terhingga nilainya. Sosok perempuan yang selalu mengedepankan kepentingan publik, khususnya kaum miskin.


Melalui tinta penanya, tidak pernah takut mengkritik pemerintah, tidak pernah takut membela yang benar, tidak pernah gagal membela rakyat marjinal. Semangat yang disebarkan begitu murni dan kuat terasa. Sosok perempuan yang menjadi panutan masyarakat, panutan terhormat keluarga besar.

Tanpanya, Sumatera Utara tidak akan diperkaya dengan ilmu pengetahuan seperti sekarang ini. Perguruan Eria menjadi indikator nyata. Khususnya Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan (STIK-P) Medan, dibangunnya sekolah ini sebagai sarana pendidikan gratis bagi rakyat marjinal khususnya, mereka yang haus mencari ilmu, tentang ilmu jurnalistik, profesi yang mendiseminasikan informasi kepada masyarakat luas, memperkaya wawasan dan pengetahuan.

Kata-kata tak akan cukup untuk mengenang sosok Nenek tercinta, alm. Hj. Ani Idrus. Delapan puluh satu tahun Nenek mendedikasikan hidupnya untuk rakyat. Suatu kontribusi yang nobel, dan tak mungkin dilupakan oleh siapapun yang pernah kenal dengannya.

Selamat Ulang Tahun ke-90, Nenek tercinta yang kurindu..

Credit foto: Dokumentasi Keluarga Besar HMS-HAI

(dat01)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment