|
||||
| Aparat sisir abon babi di pertokoan Garut |
| Warta |
![]() GARUT - Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Farmasi Dinas Kesehatan Garut bersama aparat teknis terkait, melakukan 'penyisiran' di sepanjang pertokoan Kota Garut dan sekitarnya, mencari abon berlabel sapi namun mengandung daging babi. Kepala UPTD Farmasi setempat Wowo Karsono mengatakan, di Garut, Selasa, kegiatan operasi pasar tersebut dimaksudkan untuk membuktikan terdapat atau tidaknya peredaran jenis makanan abon yang berlabel sapi dengan sertifikasi halal tapi palsu, bahkan isinya mengandung daging babi. Sedangkan upaya lainnya, melakukan konfirmasi dan koordinasi dengan Balai "Pengawasan Obat dan Makanan" (POM) Provinsi Jawa Barat di Bandung, menyusul kembali merebaknya peredaran barang haram bagi Kaum Muslimin tersebut, katanya. Pertengahan Mei lalu ditemukan makanan dendeng yang berdasarkan pengujian DNA dinyatakan positif mengandung babi namun bermerk Kepala Sapi, serta sempat beredar di Kabupaten Garut, Jawa Barat, sehingga barangnya diamankan pada salah satu toko makanan. Komoditi tersebut mencantumkan Sertifikasi Produsen (SP) milik perusahaan lain atau SP. 0094/13.06/92 yang tidak diketahui produsennya, ungkap Wowo pula. Ketika ditemukan pada salah satu toko makanan di Jl. Mandalagiri Garut, hanya terdapat sisa sebanyak lima bungkus masing-masing seberat 250 gram, namun sangat memungkinkan sebelumnya telah banyak beredar meski sumber distributornya masih terus dilacak. UPTD Farmasi yang melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Disperindag Garut itu, gencar melakukan operasi lapangan (sweeping) ke setiap toko makanan. Barang-barang yang dicari itu masing-masing dendeng dan abon sapi bermerk Limas kemasan 100 gram (produsen fiktif), abon/dendeng sapi asli merk A.C.C (produsen tidak diketahui), dendeng sapi istimewa Beef Jerky Lezaat 100 gram (produsen MDC Food Surabaya Ind.) serta dendeng daging sapi istimewa No.1 merk 999 (250 gram) produsen S. Hendropurnomo Malang. Produk kelima perusahaan tersebut, oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) RI telah dinyatakan positif mengandung babi, tegas Wowo Karsono. (dat04/ann) |





Comments