Monday, 14 July 2008 20:11    PDF Print E-mail
Hasil Poling Pemilu 2009 Cerminan Persepsi Masyarakat
Warta
JAJAK PENDAPAT WASPADAONLINE

(MEDAN) - Hasil jajak pendapat atau poling tentang calon presiden Pemilu 2009 yang dilakukan Waspada Online dan instansi lainnya, menurut pengamat politik lebih kepada cerminan persepsi yang ada di masyarakat tentang kondisi pemerintahan saat ini. Jadi, persepsi tersebut tidak bisa secara resmi dianggap sebagai indikator Pemilu nanti. JAJAK PENDAPAT WASPADAONLINE

  HASANUL HIDAYAT
logo_-_wol

(MEDAN) - Hasil jajak pendapat atau poling tentang calon presiden Pemilu 2009 yang dilakukan Waspada Online dan instansi lainnya, menurut pengamat politik lebih kepada cerminan persepsi yang ada di masyarakat tentang kondisi pemerintahan saat ini. Jadi, persepsi tersebut tidak bisa secara resmi dianggap sebagai indikator Pemilu nanti.

Demikian disampaikan pengamat politik Dadang Darmawan dan Prof. Dr. Arif Nasution, MA, dekan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU), secara terpisah kepada Waspada, kemarin malam.

Keduanya menanggapi jajak pendapat Waspada Online yang mencatat dukungan yang semakin kuat terhadap Megawati Soekarnoputri sementara dukungan terhadap Susilo Bambang Yudhoyono menurun. Padahal, catatan dari poling itu ketika direspons oleh 1.000 pembaca, Yudhoyono berada di peringkat teratas setelah golput, disusul Hidayat Nur Wahid, Akbar Tanjug, Sultan HB X dan Megawati.

Setelah poling itu diberitakan (Waspada, 8/7), nama Megawati melewati semua yang sebelumnya berada diatas ketua umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mencapai peringkat teratas, termasuk menggungguli golput yang sebelumnya mendominasi poling itu. 

Dadang yang juga aktifis koalisi ornop (organisasi non politik) mengatakan, menurunnya jumlah dukungan terhadap Yuhoyono dalam poling-poling secara umum dipengaruhi kondisi ekonomi, sosial dan politik yang berkembang ditengah masyarakat. Sehingga, menurut Dadang, menurunnya jumlah dukungan pendiri Partai Demokrat dalam sejumlah poling menunjukkan bahwa wibawa pemerintah saat ini memang turun di mata masyarakat.

Mengenai semakin kuatnya dukungan terhadap Megawati, menurut Dadang, hal itu lebih disebabkan dukungan dalam poling lebih berbentuk optional (pilihan), sehingga masyarakat tidak berpikir secara ideologis dalam menentukan pilihannya. "Yang jelas karena kondisi saat ini, maka masyarakat mulai menduga-duga pilihan alternatif yang lain dalam sejumlah poling, termasuk di Waspada Online," katanya.

Sementara itu, Dekan FISIP USU Arif Nasution mengatakan hasil poling yang ada saat ini belum tentu dapat dijadikan prediksi hasil Pemilu 2009 mendatang, karena sangat mungkin poling adalah bentuk manuver politik yang dilakukan para kandidat presiden. "Ya independensi poling itu juga kan mesti dipertanyakan lagi," katanya.

Selain itu, katanya, dukungan dalam poling itu bentuknya lebih kepada persentase bukannya jumlah absolut sehingga bisa jadi terjadi secara persentase mengalami peningkatan namun secara kumulatif mengalami penurunan.

Menanggapi itu, Pemimpin Redaksi Waspada Online Avian E Tumengkol menegaskan, meski poling yang dilakukannya "tidak memihak" dan independen, hasil tersebut tidak bisa dijadikan indikator absolut. Avian mengaku poling tersebut dijalankan secara transparan tanpa pengalihan ataupun upaya untuk menguntungkan siapa pun.

"Saya sadari bahwa poling kami tidak bisa dijadikan indikator, tapi poling itu diperuntukkan masyarakat dan pembaca online untuk sekedar menyumbang suara dan opini. Setidaknya poling itu bisa menjadi unofficial indicator atau indikator tidak resmi khususnya bagi pembaca Waspada Online yang mencapai 500,000 hits per hari dari seluruh dunia," kata Avian yang juga wartawan kepresidenan Waspada.

Menanggapi hal itu, pakar komunikasi Universitas Sumatera Utara, Dr. Iskandar Zulkarnain mengatakan, memang hasil poling bisa jadi sahih secara keilmuan apabila dilakukan dengan metodologi yang benar. Seperti dengan mempertimbangkan tingkat penyimpangan dan selang kepercayaan poling.

Namun sebenarnya, media massa juga dapat melakukan poling degan metodologi sederhana seperti yang dilakukan Waspada Online. Dan hal itu menurutnya sesuai dengan kewajiban media massa, dalam menjalankan fungsi dan tugas untuk mencerdaskan masyarakat, dan melakukan kontrol sosial.
"Jadi poling yang dilakukan Waspada Online sudah berada dalam jalur yang benar sebagai sebuah intitusi media massa," katanya.

Sedangkan cara untuk menilai tingkat kesahihan poling media seperti yang dilakukan Waspada Online, menurut Iskandar, dengan melihat jumlah masyarakat yang menjadi respondennya. "Semakin tinggi partisipasi masyarakat yang ikut, maka semakin sahih hasil poling itu," tambahnya.
(ags)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment