|
||||
| Nazaruddin, target jatuhkan Anas |
| Warta |
|
WASPADA ONLINE Menurut Ketua Bidang Hukum DPP Partai Demokrat Gede Pasek Suardhika, ocehan Nazar itu merupakan proyek pesanan untuk menjatuhkan Anas yang notabener telah gagal beberapa kali. Pasek, yang biasa disapa GPS itu menyarankan, agar Nazar tidak perlu mengait-kaitkan seseorang hanya untuk membuat yang bersangkutan dipanggil KPK biar bisa jadi tontotan publik dan bisa menghancurkan karier seseorang. "Itu kan sudah terang benderang targetnya proyek politik jatuhkan Anas. Mungkin aja karena main proyek APBN sudah tidak bisa lagi, sekarang dia terus main proyek politik. Kan modalnya cuma tunjuk-tunjuk nama orang, lalu KPK ditekan kelompok tertentu untuk memeriksa nama yang dituduhkan. Maka proyek mematikan karier politik seseorang tuntas sudah," ujar GPS di Jakarta, hari ini. Ketua Komisi III DPR ini berharap KPK sadar dan tidak terjebak lagi oleh tekanan untuk dijadikan palu godam politikus pengecut yang ingin menjatuhkan Anas, SBY, dan Demokrat dengan menggunakan tangan orang lain. Saat disinggung apakah Demokrat akan menempuh upaya hukum untuk ocehan Nazar, GPS menjawab santai. "Orang berkicau tak bermutu ditanggapi enggak ada gunanya. Mending fokus kerja persiapkan Pemilu 2014," kilah GPS. Sebelumnya diberitakan, Kamis (13/9) malam, Nazaruddin usai diperiksa KPK menyebutkan bahwa Anas Urbaningrum, Saan Mustapa, mantan Menakertrans Erman Suparno terlibat dalam kasus dugaan korupsi proyek PLTS tahun 2008. Menurut Nazar, Erman mengatur sejumlah pertemuan untuk membahas proyek senilai Rp8,9 miliar itu. "Ada pertemuan menteri, saya, Anas, Saan Mustopa di rumah Dinas Kemenakertrans," ungkap terpidana kasus wisma atlet itu. (dat18/inilah) |




Comments