|
||||
| RI defisit daging sapi |
| Ekonomi & Bisnis |
WASPADA ONLINE JAKARTA - Kebijakan pemerintah mengenai pengurangan kuota daging impor secara drastis tahun ini dari 100.000 ton menjadi 34.000 ton membuat pasar, khususnya dunia usaha yang membutuhkan bahan baku utama daging bergejolak.Sebab, pengurangan 66.000 ton daging sapi impor tidak sejalan dengan produksi daging sapi lokal untuk menutupi kekurangan yang dibutuhkan pasar. Ketua Komite Daging Jakarta Raya Sarman Simanjorang mengungkapkan, pada dasarnya pihaknya mendukung upaya kebijakan pemerintah mengurangi ketergantungan pasokan daging sapi dari luar negeri. Namun pengurangan harus dilakukan secara bertahap dengan angka yang realistis sejalan dengan peningkatan produksi sapi dalam negeri atau lokal. Pengurangan kuota daging impor secara drastis tahun 2012 membuat pelaku usaha khawatir dan gusar karena dalam kenyataannya daging lokal belum mampu memasok kebutuhan pasar. "Ribuan pengusaha industri olahan seperti sosis, bakso, kornet serta Hotel, Restoran, Cafe, Catering serta UKM bakso, warung, rumah makan membutuhkan jaminan ketersediaan daging sapi dengan harga yang terjangkaum" ujar Sarman melalui siaran persnya, hari ini. Sarman menambahkan, jika pengusaha tidak dapat berproduksi akibat kebijakan pemerintah yang tidak mampu memberikan jaminan ketersediaan daging sapi, maka bisa terjadi krisis daging. Tidak hanya itu, potensi banyaknya pengurangan tenaga kerja akan menambah pengangguran. Ketua Asosiasi Pedagang Daging Indonesia Asnawi mengungkapkan, lima hari menjelang hari raya lebaran harga daging terdorong naik. "Posisi sekarang harga daging mencapai Rp 95.000-Rp 105.000 di pasar-pasar tradisional Jabodetabek," kata Asnawi Pemerintah pun tak kuasa menahan meroketnya harga daging sapi. Pemerintah mengaku belum mampu mengendalikan harga daging sapi yang melonjak hampir 14 persen menjelang Lebaran ini. "Ini beda dengan telur dan daging ayam. Dari pemantauan sejak awal hingga pertengahan Ramadan, harganya cenderung tidak mengalami kenaikan, bahkan sempat turun," kata Gita di Surabaya beberapa waktu lalu. (dat18/merdeka) |




JAKARTA - Kebijakan pemerintah mengenai pengurangan kuota daging impor secara drastis tahun ini dari 100.000 ton menjadi 34.000 ton membuat pasar, khususnya dunia usaha yang membutuhkan bahan baku utama daging bergejolak.
Comments