Sunday, 12 August 2012 09:50    PDF Print E-mail
Kengototan Polri timbulkan kecurigaan masyarakat
Warta
WASPADA ONLINE

JAKARTA - Banyak pihak yang mempertanyakan kemana saja uang haram hasil korupsi kasus Simulator SIM itu mengalir. Tentu hal tersebut menjadi pertanyaan besar di saat terjadinya polemik penananganan kasus tersebut antara pihak Polri dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Psikologi Forensik Binus University Reza Indragiri Amriel, hari ini  mengatakan jika tanda tanya besar akan terus terjadi di mata masyarakat selama Polri terus menerus berlaku resisten dalam menangani kasus tersebut.

"Jika Polri terus menerus resisten, jangan salahkah publik bila terus menerus curiga uang tersebut ada yang masuk ke saku atasan Irjen Polisi Djoko Susilo," ujar Reza.

Reza menyebut dirinya optimistis suatu saat kasus yang melibatkan jenderal polisi bintang dua tersebut akan berhasil dipidana. Namun, isu yang melibatkan KPK dan Polri itu kini menyempit menjadi sebatas korupsi sebagai individual problem/deviance alias korupsinya Djoko Susilo dan beberapa personel lain.

Jadi, imbuh Reza, perlu dipertegas bahwa korupsi sudah menjadi masalah institutional problem/deviance Polri. Tanpa pembingkaian seperti itu, bisa dipastikan akan ada polisi-polisi koruptor berikutnya.

"Jadi tentu harus dilakukan identifikasi titik-titik rawan institusi Polri, bukan hanya individu polisinya. Ini semestinya bisa didorong sebagai area Kompolnas. Namun, dimana gigi lembaga ini?" tutupnya.

Dalam kasus ini, baik KPK maupun sama-sama sudah menetapkan tersangka. Adapun dari pihak KPK adalah mantan Kepala Korlantas Inspektur Jenderal Djoko Susilo, Wakorlantas Brigjen DP, serta dua dari swasta yakni BS dan SB. Mereka menjadi tersangka sejak 27 Juli 2012.

Sedangkan Bareskrim Polri sudah menetapkan 5 tersangka sejak 31 Juli dan 1 Agustus 2012.Mereka adalah Wakorlantas Brigjen DP, AKBP TF, bendahara Kompol L, dan dua dari pihak pemenang tender simulator SIM berinisial BS dan SB. Tiga dari lima tersangka ini juga adalah tersangka di KPK dalam kasus serupa.
(dat18/media)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment