|
||||
| Memaafkan turunkan tekanan darah |
| Ragam |
WASPADA ONLINE Kita pasti pernah merasa sakit hati dengan perbuatan atau perkataan orang lain. Tak jarang kita sering memendam rasa sakit hati di dalam hati. Itu adalah reaksi yang wajar oleh orang yang merasa disakiti. Tetapi dengan memaafkan orang lain, kita juga bisa menjadi pribadi yang lebih sabar dan bijaksana. Tak ada manusia yang sempurna, namun tak ada salahnya mencoba menjadi lebih baik bukan?Selain mengubah kepribadian, kebiasaan memaafkan ternyata juga berdampak pada kesehatan. Ketika kita berusaha melepaskan rasa marah, kesal, dan kecewa, hormon kortisol pada sistem tubuh juga ikut dilepaskan. Hal ini bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah, meningkatkan rasa nyaman pada saat tidur, mengurangi rasa cemas dan depresi, memberikan ketenangan, dan terhindar dari stres. Jika kita masih menyimpan dendam di dalam hati, kita pasti akan merasa sulit tidur. Jantung berdebar kencang ketika bertemu dengan orang tersebut. Justru yang merasa tidak nyaman adalah diri sendiri. Oleh karena itu tak ada salahnya kita belajar untuk memaafkan. Lagipula ini masih dalam suasana bulan Ramadhan. (dat18/wol-caessaria/dbs) |




Kita pasti pernah merasa sakit hati dengan perbuatan atau perkataan orang lain. Tak jarang kita sering memendam rasa sakit hati di dalam hati. Itu adalah reaksi yang wajar oleh orang yang merasa disakiti. Tetapi dengan memaafkan orang lain, kita juga bisa menjadi pribadi yang lebih sabar dan bijaksana. Tak ada manusia yang sempurna, namun tak ada salahnya mencoba menjadi lebih baik bukan?
Comments