Tuesday, 07 August 2012 07:11    PDF Print E-mail
Tragedi Rohingya soal kemanusiaan
Warta

WASPADA ONLINE

JAKARTA - Tragedi yang menimpa etnis Rohingya di Myanmar harus dilihat dalam bingkai kemanusian, bukan bingkai agama. Masyarakat Indonesia harus meresponnya dengan dewasa.

Ketua Bidang Hubungan Antar Agama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Slamet Effendi Yusuf mengingatkan agar masyarakat Muslim dan Budha di Indonesia tetap damai. "Agar jangan dipersempit persoalan Rohingya antara Islam dan Budha. Itu tidak ada urusannya," kata Slamet di Gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, tadi malam.

join_facebookjoin_twitter

Slamet menilai saat ini ada upaya mempersempit persoalan Rohingya menjadi persoalan agama. Kendati demikian, Slamet menegaskan tidak ada indikasi di Tanah Air benturan antara masyarakat Muslim dan Hindu. "Tidak ada indikasi. Kami rukun-rukun saja," ujar Slamet.

Bekas politikus Partai Golkar ini meminta agar pemerintah melakukan diplomasi kepada pemerintah Myanmar menghentikan aksi di Rohingya. Dia juga meminta lembaga dunia dapat memaksimalkan perannya untuk membantu masyarakat Rohingya.

Sementara Wakil Ketua Widya Sabha Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubi) Suhadi Sendjaja juga meminta agar umat Budha di Indonesia dapat menjaga persatuan di Indonesia.

Ketua DPP PPP Arwani Thomafi meminta kader PPP seluruh Indonesia untuk menggelar salat ghaib dan qunut nazilah untuk korban Rohingya. "Ini sebagai wujud solidaritas kemanusiaan (ukhuwah basyariyyah) dan solidaritas keislaman (ukhuwah islamiyyah)," tegas Arwani.

Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan perlindungan terhadap kaum minoritas harus diberikan tanpa perbedaan.

"Yang jelas diplomasi yang kita lakukan, kita ingin dan berharap supaya konflik komunal yang mengakibatkan persoalan kemanusiaan benar ditangani secara bijak, adil, tepat dan tuntas. Indonesia juga berharap supaya perlindungan kepada minoritas diberikan dan membangun kembali bangunan yang rusak," ujar SBY di kediamannya Puri Cikeas, Bogor.

Dirinya menyatakan bahwa Indonesia sendiri siap memberikan bantuan dan kerjasamanya. Sebelumnya juga Indonesia membantu dalam pemilu dan melanjutkan proses demokratisasinya.

"Indonesia melakukan di tahun-tahun berselang, dukung Myanmar untuk melakukan proses demokratisasi sehingga alhamdulillah setelah pemilu oleh dunia dianggap memiliki perubahan nyata, dan akhirnya melanjutkan proses demokratisasi," terangnya.
(dat03/rmol)


WARTA KARTUN

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment