|
WASPADA ONLINE MEDAN - Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD I Golkar Sumut, Andi Ahmad Dara menegaskan kenderaan politik partai berlambang pohon beringin hanya diberikan kepada kader.
"Golkar tidak mau partai ini menjadi kenderaan politik orang lain, baik itu dalam pemilihan presiden (Pilpres), maupun dalam Pilkada," kata Andi Ahmad Dara yang akrab disapa Adai, pada silaturrahmi DPD Partai Golkar Sumut yang dirangkai buka puasa bersama, tadi malam di Garuda Plaza Hotel.
Khusus menghadapi Pemilihan Gubernur Sumut (Pilgubsu), yang akan berlangsung tahun depan, Adai mengatakan pihaknya harus berhati-hati dalam menetapkan calon Gubsu. "Golkar tidak mau kecolongan," ujarnya.
Apalagi, kata dia Sumut merupakan lumbung suara terbesar Partai Golkar setelah Pulau Jawa pada Pemilu lalu. Sedangkan Golkar juga bertekad memenangkan Ketua Umum Partai yakni, Abu Rizal Bakrie pada Pilpres periode 2014-2019. Dalam penetapan calon di Pilgubsu nanti, dia juga mengatakan akan ditetapkan secara transparan dan tidak ada angenda-agenda transaksional.
Sedangkan terkait persoalan tingginya survey dukungan terhadap salah satu calon dalam Pilgubsu, menurut Adai hal itu bukan menjadi jaminan calon tersebut mampu memenangkan tahapan Pilkada. Namun kata Adai survey hanya bagian dari strategi kedepan.
"Kita tidak percaya dengan yang namanya survey-survey itu, apalagi Partai Golkar juga punya lembaga survey tersendiri," ucap Adai. Untuk pencalonan dalam Pilgubsu, kata Adai Golkar akan menempuh dua kali tahapan survey yang dilaksanakan dalam waktu dekat.
Hadir pada silaturrahmi tersebut sejumlah pengurus Partai Golkar, di antaranya Leo Nababan, anggota DPRD Sumut Ajib Shah, Amru Daulay, Firdaus Nasution, Hanafiah Harahap.
Silaturrahmi Partai Golkar juga dihadiri tiga kandidat bakal calon Gubsu yang akan bertarung pada 2013 nanti, yakni DR H Chairuman Harahap (anggota DPR-RI), HT Erry Nuradi (Bupati Serdang Bedagai), serta Gus Irawan Pasaribu (mantan Dirut PT Bank Sumut). Namun saat diwawancarai wartawan di sela-sela acara tersebut Adai menegaskan, bahwa sosok Gus Irawan Pasaribu bukan merupakan kader Golkar. "Kita undang Gus Irawan dalam acara ini hanya sebagai tamu, bukan kader," kata Adai.
Sedangkan, jelas Adai, dua calon yakni Chairuman Harahap dan Erry Nuradi merupakan kader Golkar murni yang kemungkinan akan ditetapkan Partai Golkar menjadi salah satu calon Gubsu yang akan diusung partai itu. "Jadi meskipun seseorang itu turut memberi bantuan ke partai, kan bukan berarti lantas dia menjadi kader Golkar," ucap Adai. (dat03/waspada/wol)
|
Comments