Sunday, 05 August 2012 23:36    PDF Print E-mail
China sapu bersih medali emas bulu tangkis
Sports
WASPADA ONLINE

LONDON - Atlet China menyapu bersih seluruh lima medali emas bulu tangkis Olimpiade setelah pasangan Cai Yun dan Fu Haifeng memenangi gelar nomor ganda putra pada Olimpiade London, hari ini.

Tidak lama setelah Lin Dan mengalahkan pemain Malaysia Lee Chong Wei untuk memenangi gelar tunggal putra, pasangan Cai dan Fu menundukkan pasangan Denmark Mathias Boe dan Carsten Mogensen 21-16 21-15.

 

join_facebookjoin_twitter

Pasangan China itu melalui awal pertandingan dengan cepat sebelum diperlambat oleh pasangan Denmark itu pada pertengahan game pertama. Namun, Boe mulai memperlihatkan tanda-tanda frustrasi dan pasangan China dapat mempertahankan ketenangan mereka untuk merebut game pertama, saat Cai menipu Boe dengan servis yang melayang ke atas kepala pemain Denmark itu dan jatuh di lapangan belakang.

China meningkatkan permainannya pada game kedua dan tidak memberi kesempatan pada pasangan Denmark itu memaksakan game penentuan.

Ganda putra Cai Yun/Fu Haifeng mengukuhkan dominasi China memenangi lima medali emas bulu tangkis, setelah memenangi laga final atas pasangan Denmark Mathias Boe/Carsten Mogensen di ajang Olimpiade London 2012, hari ini.

Cai Yun/Fu Haifeng menang dua game langsung 21-16, 21-15 untuk merebut medali emas ganda putra. Sukses itu mengikuti jejak Lin Dan yang merebut emas di sektor tunggal putra. Lin Dan unggul 15-21, 21-10, 21-19 atas pemain Malaysia Lee Chong Wei di laga pamungkas.

Berkaca dari hal ini, hari kesembilan perhelatan Olimpiade, Sabtu (4/8) kemarin, Indonesia berada di posisi 36 klasemen medali sementara dengan perolehan satu medali perak dan satu medali perunggu dari cabang angkat besi. Indonesia bertengger di peringkat tersebut bersama Belgia, India, Kenya, Mongolia, dan Norwgia.

Raihan medali Indonesia di ajang olimpiade kali ini di bawah perolehan di Olimpiade Beijing 2008. Empat tahun silam, tim merah-putih mampu meraup total lima medali, yaitu satu emas, satu perak, dan tiga perunggu. Kelimanya berasal dari cabang bulu tangkis dan angkat besi. Alhasil, Indonesia berada di peringkat 42 bersama Bulgaria yang memiliki jumlah raihan serupa.

Tidak adanya penambahan medali pada perhelatan kali ini praktis membuat posisi Indonesia bakal terus melorot di klasemen perolehan medali yang bakal terus bergulir hingga hari terakhir olimpiade, Minggu (12/8), pekan depan.

Sebelumnya, Sabtu (4/8), sprinter 100 meter putra Indonesia, Fernando Lumain, pun gagal di babak pertama. Ia hanya mampu melesat dengan torehan waktu 10,90 detik dan tercecer di posisi terakhir dari delapan atlet di grup dua.

Hasil buruk di pesta olahraga akbar kali ini membuat Ketua Kontingen Indonesia untuk Olimpiade London, Erick Thohir, merealisasikan janjinya untuk mundur dari jabatan apabila Indonesia tidak membawa pulang medali emas. Ia merasa bertanggung jawab terhadap menurunnya prestasi para atlet yang berjuang di olimpiade kali ini.

"Saya akan memberikan surat pengunduran diri ke Menpora (Andi Mallarangeng) dan Bu Rita (Ketua Komite Olimpiade Indonesia)," kata Erick.

Tetapi meski mundur, Erick tetap akan bertanggung jawab kepada kontingen Merah-Putih selama pelaksanaan Olimpiade London. Ia berjanji akan menemani kontingen Indonesia hingga kepulangan tim pada Senin (13/8).

Janji Erick itu muncul usai Ketua Umum KOI, Rita Subowo, menolak mentah-mentah keputusan Erick untuk berhenti usai ganda campuran Indonesia di cabang bulu tangkis, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir, tidak mampu mewujudkan proyeksi emas olimpiade.

"Apapun hasilnya, CDM (ketua kontingen) harus membawa kembali lagi atlet dan menyerahkan kembali ke KOI dan KOI mengembalikan lagi ke pemerintah," kata Rita Subowo.

Menurut Rita, KOI sangat memahami tentang aturan tentang fungsi dan peranan CDM dalam Olimpiade London. "Jadi tidak ada alasan untuk mundur di tengah jalan dan harus membawa kembali atlet ke Tanah Air," tegas Rita.
(dat03/reuters/antara)

WARTA KARTUN

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment