Sunday, 05 August 2012 19:23    PDF Print E-mail
RUU kontrasepsi di Filipina pro kontra
Warta
WASPADA ONLINE

MANILA - PBB mendesak Filipina untuk meloloskan rancangan undang-undang yang memungkinkan pemerintah menyediakan kontrasepsi gratis.

Seorang pejabat PBB mengatakan RUU itu akan membantu mengurangi angka kematian ibu di Filipina yang merupakan salah satu yang tertinggi di Asia Tenggara.
Hari Sabtu (04/08), seorang pastur memimpin protes menentang RUU yang menurut mereka akan merongrong nilai moral.

Presiden Filipina, Benigno Aquino, mendukung RUU tersebut yang juga berisi seruan agar keluarga memiliki dua anak saja. Lebih dari 80% penduduk Filipina beragama Katolik.

Ugochi Daniels, dari Dana Kependudukan PBB mengatakan ia tetap "optimistik" bahwa Presiden Aquino akan mendapatkan cukup dukungan agar RUU itu lolos hari Selasa (07/08).

Nona Daniels mengatakan ia "sangat prihatin" karena tingginya angka kematian ibu di negara itu. RUU yang akan dibicarakan hari Selasa merupakan upaya keempat terkait isu keluarga berencana. Tiga RUU terakhir ditentang oleh gereja dan sejumlah politikus.

Kontrasepsi sebenarnya tersedia di Filipina namun dijual mahal, menurut wartawan BBC di Manila. Mereka dengan pendapatan rendah, harga satu kotak kondom sama seperti halnya gaji satu minggu. Wartawan kami mengatakan banyak politikus, pengusaha dan juga kalangan media yang secara terbuka mendukung para uskup.

Dan salah satu tokoh yang paling berpengaruh, petinju dan sekaligus anggota kongres, Manny Pacquiao, termasuk yang menentang dengan mengatakan kontrasepsi bertentangan dengan rencana Tuhan.
(dat03/bbc)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment