Saturday, 04 August 2012 11:45    PDF Print E-mail
‘Ngabuburit’ itu banyak alternatif
Ragam

Ada juga ngabuburit yang dilakukan di luar dari nuansa keagamaan seperti jalan-jalan bareng teman, nongkrong di taman kota, baca buku/novel, cari makanan buat menu buka puasa, main game online atau sekadar jalan-jalan di mal.

Kata ngabuburit sendiri merupakan istilah Bahasa Sunda yang berasal dari kata ‘burit’ yang artinya sore atau menunggu waktu sore. Entah sejak kapan kebiasaan ini dilakukan, yang pasti istilah ngabuburit sudah begitu familiar di tengah masyarajat kita.

Di Medan, banyak tempat yang biasanya dijadikan masyarakat untuk ngabuburit dengan sekadar nongkrong bersama teman. Seperti kawasan ringroad, Pajak USU, sepanjang Jalan Dr Mansyur, Ramadhan Fair, Asrama Haji, dan banyak lagi.

Namun, akan lebih baik kalau aktivitas ngabuburit itu diisi dengan kegiatan yang bermanfaat dan tidak sampai mengurangi nilai pahala puasa kita. Ada beberapa alternatif kegiatan yang bisa kita lakukan menjelang berbuka puasa, salah satunya berolahraga.

Mungkin kegiatan ini sedikit ekstrim, mengingat olahraga membutuhkan energi yang cukup. Namun hal itu tentunya bisa disiasati. Ya, kita tidak harus mengeluarkan tenaga ekstra saat berolahraga, layaknya saat tidak sedang berpuasa.

Terlebih, kegiatan olahraga yang kita lakukan waktunya jelang berbuka puasa, di mana  tubuh kita sebenarnya masih menyimpan cadangan energi. Nah, cadangan energi itulah yang kita manfaatkan untuk menggerakkan tubuh, sehingga lemak bisa diubah menjadi glukosa.

Secara otomatis, kadar gula dalam tubuh kita akan meningkat dan hasilnya rasa lesu, malas, serta mengantuk hilang, badan juga menjadi lebih segar. Seorang remaja yang gemar berolahraga di saat berpuasa, Alfian Saragih, mengatakan olahraga sambil berpuasa itu harusnya tidak menjadi beban, melainkan menyenangkan.

“Salah jika kita berpikir kalau puasa menjadi penghalang untuk berolahraga. Kuncinya jangan memaksakan diri dengan melakukan olahraga berat. Kita juga harus pandai-pandai memanfaatkan energi cadangan yang ada,” ujarnya.

Selain olahraga, aktivitas ngabuburit lain yang mendatangkan manfaat adalah tadarus Alquran. Selain mendapat balasan pahala yang berlipat ganda, tadarus juga meningkatkan pengetahuan akan kandungan Alquran itu sendiri.

Mendengarkan tausyiah juga kegiatan positif menjelang waktu berbuka. Biasanya di bulan Ramadhan banyak tausyiah yang dapat kita ikuti di televisi. Banyak pelajaran berharga bisa kita dapat dari mendengarkan ceramah agama itu.

Intinya, tradisi ngabuburit itu sah-sah saja sepanjang kita bisa mengisinya dengan aktivitas yang bermanfaat. Bukankah begitu?

Editor: AUSTIN ANTARIKSA
(dat03/wol/waspada)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment