Saturday, 04 August 2012 22:44    PDF Print E-mail
Parpol gagal lahirkan pemimpin nasional
Warta
WASPADA ONLINE

JAKARTA - Fungsi partai politik sebagai penggerak demokrasi di Indonesia diakui masih berjalan di tempat. Salah satu masalah yang membuat parpol mandek melahirkan pemimpin nasional adalah karena pengerdilan fungsi parpol itu sendiri sebagai kendaraan politik pribadi ketua umum.

"Ini yang berlaku di Indonesia, di mana ada anggapan bahwa parpol itu identik dengan ketua umum. Maka fungsinya pun jadi kerdil, seolah-olah parpol jadi kendaraan ketua umum untuk merebut kekuasaan; kalau tidak bisa presiden, ya minimal menteri," ujar pengamat politik CSIS, Philips Vermont, di Jakarta, hari ini.

Hal itu menurut Vermont sebagai akibat dari proses institusionalisasi politik yang tidak berjalan, bahkan sejak partai didirikan.

"Kan di Indonesia ini, yang menjadi ketua umum itu adalah mereka yang punya uang. Atau karena punya uang, maka dia buat partai. Jadi sulit sekali mengharapkan demokrasi bisa hidup dalam partai kecuali prinsip dan segala-galanya tergantung ketua umum. Jadilah parpol kita identik dengan kendaraan politik ketum," jelasnya.

Lebih lanjut Vermont mengatakan, mandeknya parpol memunculkan figur pemimpin baru, selain faktor ketua umum juga karena pengerdilan Parpol itu sendiri.

"Mungkin belum ada satu pun parpol di Indonesia yang benar-benar demokratis. Jadi kalau mau berharap ada pemimpin-pemimpin baru, benahi dulu institusionalisasi partainya. Kalau tidak, sulit sekali kita berharap parpol bisa berlaku demokratis. Paling-paling yang ada, demokrasi semu, tapi ujungn-ujugnya kepentingan ketua umum jadi yang utama. Ini harus dibenahi dahulu," tandas dia.
(dat18/media)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment